Beranda Muara Enim DUA MAHASISWA1 JUALAN TAKJIL

DUA MAHASISWA1 JUALAN TAKJIL

179
0

Muaraenim, News – Sebagai mahasiswa merupakan agen off change suata bangsa, David Saputra, Alfi Syahrin mahiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) STI Tarbiyah Muara Enim, semester empat dan delapan ini tidak malu dan minder atas pekerjaannya berjualan makanan berbuka puasa atau takjilan dibulan suci ramadhan. Yang menjajakan jualannya di Jalan  Senin(5/6)

Saat ditemui oleh Ogan Post, mereka mengatakan ide berjualan takjil ini sudah muncul sebelum datangnya bulan puasa, dan segala sesuatunya sudah dipersiapkan sebelum bulan puasa tiba.

“Jualan takjil ini berangkat dari ide kita bersama, disamping itu kita ingin belajar mandiri sebagai laki-laki yang beban tanggung jawabnya lebih besar kelak dibanding perempuan, sebelumnya kami sudah persiapkan seperti alat masak, meja sebelum bulan puasa dan  kalau malu kami tidak malu karna yang kita lakukan baik dan halal”

Sebagai mahasiswa rantaun dari desa mereka berdua datang ke Muara Enim untuk melanjutkan jenjang pendidikan dibangku kuliah, ide dan daya fikir mereka dalam memanfaatkan momen seperti ini patutlah ditiru oleh mahasiswa lain.

“Kami  adalah mahasiswa rantauan dari dari desa kak, memang niat pertama kami datang ke Muara Enim untuk kuliah, tapi kami mulai berfikir daripada santai nganggur diluar jam kuliah, kami memanfaatkan waktu luang kami untuk belajar mandiri gimana rasanya mencari uang” Ujar David Saputra mahasiswa semester IV tersebut

Ditempat yang sana Alfi Syahrin mahasiswa semester Akhir VIII, juga mengatakan sebagai anak laki-laki ingin belajar hidup lebih mandiri lepas dari tanggung jawab orang tua seperti bayaran kuliah dan kontrakan. Bermodalkan kemauan dan uang Rp 200.000 mereka sanggup buka lapak jajakan jualan takjilan.

“Iy kk, kami cuma modal kemauan dan uang Rp200.000, kami buka dari jam 15.00 WIB sampai magrib dan alhamdulillah jualan kami habis terus setiap sore, takjilan yang kami jual es buah, dan makanan ringan lainnya dan itu kami buat sendiri. Harganya rata-rata Rp 5.000. Kami hanya mengambil untung sedikit,” ucap Alfi Syahrin

Lanjutnya, “uang hasil penjualan takjil disimpan untuk keperluan kuliah. Sebagian lagi digunakan untuk tambahan modal berjualan esok harinya” pungkasya

Penulis : Imam
Editor.  : Ahkam
Sumber : muaraenimnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here