Beranda Belimbing Tolak Proposal Pembangunan Masjid  Akses Utama PT Tel Di tutup Warga

Tolak Proposal Pembangunan Masjid  Akses Utama PT Tel Di tutup Warga

275
0

BOIKOTMasyarakat Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, menuntut perusahaan dan memboikot jalan masuk PT. Tanjung Enim Lestari, Senin (4/10/2019). Foto/MN/Faisal

Laporan Faisal

Muaraenim News,  BELIMBING– Lantaran proposal pembangunan masjid tak di tangapi PT TEL, masyarakat Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, menutup akses masuk ke perusahaan, Senin (4/10/2019). Selain itu massa menuntut supaya pihak perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal, serta maslah limbah udara dari PT tersebut.

Aksi damai yang di mulai dari jam 6.00 Wib dan jumlah massa lebih kurang 300 massa yang merupakan warga Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim.

Taufik hidayat (46) mengatakan, tindakan ini dilakukan karnea kemarahan masyarakat terhadap perusahaan, sebab banyak sekali kensenjangan di mulai di tolaknya prososal pembangunan masjid, dan yang sudah sangat lama mengenai kesenjangan sosial ketenagakerjaan di perusahaan PT Tel terhadap desa kami hingga saat ini.

“Kami ini ring satu, jarak antara PT Tel dengan desa kami sangat dekat, namun tidak ada  kepentingan atau keberpihakan terhadap desa kami sedangkan orang daerah lain itu banyak sekali tenaga kerja yang di rekrut dengan azaz siapa dekat dia dapat, ini yang membuat kami kecewa dengan pihak perusahaan,” pungkas dia.

Taufik menambahakan, warga setempat banyak berstatus pendidikan sarjana maunpun SMA saat ini  pengangguran. Jika perusahaan berdalih mengenai tidak memiliki sklil namu itu bukan alasan yang tepat sebab masih banyak mereka yang bekerja namun tidak bisa apa-apa.

“Harus nya perusahaan memberikan eduksi  terhadap mereka yang berpendidikan agar bisa bekerja dan yang lebih miris lagi pernah terjadi warga desa kami ini yang sudah mengukur baju kerja namun tidak bekerja di perusahaan ini,” ungkap dia.

Selain itu  Taufik menyesalkan,  karena di desanya banyak sekali permasalahan, namun perusahaan nampak tak peduli. “Kami selaku perwakilan  dari masyarakat memintak PT.TEL memenuhi tututan kami ini,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan aksi masa ini berjalan damai hingga massa membubarkan diri.