Beranda Pendidikan Tanda Keimanan Pada Allah dan Hari Akhir

Tanda Keimanan Pada Allah dan Hari Akhir

67
0

Oleh : H. Albar S Subari ( Ketua Pembina Adat Sum Sel / peneliti Hukum Adat Indonesia ) dan Marsal ( Penghulu Kecamatan Muara Enim / Pemerhati Hukum Adat )

1. Berkata baik atau diam
Apabila engkau hendak berbicara, maka berpikirlah terlebih dahulu, jika telah jelas olehmu bahwa apa yang ingin engkau bicara kan tidak mengandung suatu mudharat, maka berbicara lah, jika sebaliknya atau ragu, maka hendaklah diam.

Yang dimaksud dengan berkata baik adalah perkataan yang akan menambah timbangan kebaikan mu di akhirat nanti.

Rasulullah saw memerintah kan kepada kita untuk berkata yang baik atau diam. Siapa yang mampu mengerjakan nya, maka ia telah menjaga lisannya. Ayat ayat Al Quran dan Hadits Nabi saw yang berkaitan dengan penjagaan lisannya banyak sekali, diantara nya sebagai berikut.

Allah swt berfirman : tiada suatu ucapan pun yang diucapkan nya melainkan ada didekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir (QS. Qaf:18).

Maksudnya adalah tiap tiap orang hendak lah berhati hati dengan ucapan nya, karena apa apa yang diucapkan nya dicatat oleh malaikat dan akan diminta pertanggungjawaban di akhirat nanti.

Abu Musa al Asy’ari bertanya pada Rasulullah saw Siapa kah orang muslim yang paling utama? Rasulullah saw menjawabnya : Seorang yang orang orang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya ( muttafaqun alaih ).

Sufyan bin Abdullah ra berkata, aku bertanya pada Rasulullah saw : Wahai Rasulullah beritahukan kepada ku suatu perkara yang bisa aku jadikan pegangan bagiku, Rasulullah saw menjawab : ucapkanlah Allah adalah Tuhan ku, kemudian beristiqomahlah. Kemudian aku bertanya kembali Wahai Rasulullah, apa yang engkau takut kan atasku, kemudian Rasulullah Saw menunjuk kan lisan beliau sambil berkata ‘ ini paling aku takutkan kepada mu. ( HR Tirmidzi).

2. Memuliakan tetangga
Tetangga adalah siapa yang tinggal ditempat yang berjarak empat puluh rumah dari tempat mu berada.

Hadits Nabi saw ” Sebaik baik tetangga disisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangga nya. (HR. Tirmidzi)

Tidak beriman kepada Ku orang yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya dalam keadaan kelaparan dan ia mengetahui hal tersebut ( HR. Thabrani).
Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi orang yang beriman ( HR. Tirmudzi).

3. Memuliakan tamu
Imam Muslim dari Abu Hurairah ra:
Seorang laki laki menemui Rasulullah SAW. Ia berkata aku lapar. Maka Rasul mengutus seorang dari istri nya menanyakan makanan akan tetapi istri beliau berkata, Demi Yang Mengutus mu dengan haq, sesungguhnya aku tidak mempunyai apapun untuk disuguhkan kecuali air. Kemudian beliau mengutus ke istri yang lain, namun mendapatkan jawaban yang sama, hingga akhirnya seluruh istri nyaberkata jawaban serupa.

Demi Yang Mengutusmu dengan haq, sesungguhnya aku tidak punya untuk disuguhkan kecuali air. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada sahabat adakah yang mau menerima orang ini sebagai tamu dirumahnya malam ini. Ketahuilah bahwa orang yang mau menerima laki laki ini sebagai tamu ( dan memberi makan) malam ini akan diberi Rahmat oleh Allah. Berkata seorang dari golongan Anshar ( Abu Thalhah), saya, wahai Rasulullah. Maja dia pergi menemui istri nya dan berkata Hormatilah tamu Rasulullah saw. Isterinya menjawab, Demi Allah, tidak ada makanan kecuali makanan untuk anak anak kita. Suaminya berkata. Apabila anak anak hendak makan malam, tidurkanlah mereka, padamkan lah lampu dan biarlah kita menahan lapar pada malam ini, agar kita dapat menjamu tamu Rasulullah SAW. Maka hal itu dilakukan isterinya. Esoknya, Abu Thalhah menghadap Rasulullah SAW, menceritakan peristiwa tadi malam itu. Rasulullah SAW. bersabda. Allah SWT, benar kagum malam itu terhadap perbuatan kamu berdua.