Beranda Semende Tradisi Nige Hari di Desa Talang Barisan SDT

Tradisi Nige Hari di Desa Talang Barisan SDT

221
0

Laporan Purwaningsih

Muaraenim News, SEMENDE – Tradisi Nige Hari adalah salah satu kegitan memperingati hari meninggalnya seseorang yang telah memasuki hari ke Tiga  wafatnya anggota keluarga, hal ini masih dilaksanakan warga Desa Talang Barisan Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muaraenim.

Pantauan wartawan di lapangan,  Senin (9/12/2019), aplikasi nige hari nampak dilaksanakan di rumah Rumianah warga desa setempat, karena meninggalnya salah seorang anggota keluarganya.

Tradisi ini biasanaya di lakukan setelah tiga hari salah satu anghota keluargawa warga setempat meninggal dunia. Adapun pelaksanaannya,  pertama ahli waris memberitahukan kepada semua kluarga besar,  selanjutnya mereka membantu berbagai kelengkapan konsumsi untuk acara itu,   seperti beras,  ayam,  kayu bakar dan sayur mayur lainnya. Sebelum pelaksanaan biasanya ahli rumah (meraje)  memanggila anak kandang (anak belai)  untuk mengundang masyarakat yang di anggap penting, terutama para pemuka agama (pantauan).

Rumiana mengatakan, peringatan hari meninggal  salah seorang anggota keluarga ini sangat penting dilakukan agar arwahnya tenang di alam kubur, dengan lantunan doa dan ayat pendek yang dikirimkan untuk kluarga yang telah meninggal dengan harapan doa dan lantunan ayat-ayat pendek itu sampai kepada keluarga yang telah meninggalkan mereka itu. 

“Kami yakin doa dan lantunan ayat-ayat pendek di nige hari ini sampai kepada keluarga kami yang telah meninggalkan kami, ” ujar dia. 

Rumiyanah menjelaskan, kegiatan nige aghi dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat setempat. Nige aghi sudah menjadi tradisi masyarakat semende, hal ini wajib dilakukan oleh setiap masyarakat yang telah kehilangan anggota keluarganya.

“Nige Aghi selain bertujuan memperingati hari wafatnya salah satu anggota keluarga, juga agar silaturrahmi antar masyarakat bisa terjaga dan lebih erat persaudaraannya” ujar Rumiana.

Himbauan kepada seluruh masyarakat semende agar tidak melupakan atau mengabaikan apa yang sudah dilakukan oleh nenek moyang secara turun menurun ini.