Beranda Sumsel Rusak Proyek 4 Oknum Kades Dipolisikan Kontraktor

Rusak Proyek 4 Oknum Kades Dipolisikan Kontraktor

459
0

Laporan Irhamudin

Muaraenimnees.com  LAHAT – 4 Orang Oknum Kepala Desa (Kades), di wilayah Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dilaporkan pihak kontraktor. Keempatnya di duga merusak proyek yang sedang dikerjakan pihak kontraktor. Hal ini diketahui pada saat jumpa pers yang disampaikan Saryono Anwar S.Sos, kuasa Direktur CV Rey-sha, di kawasan Blok AA Bandar Jaya, Kecamatan Lahat pada hari Jum’at (30/07/2021).

Dalam penjelasan Saryono menyampaikan, terkait pemberitaan di beberapa media masa beberapa hari yang lalu bahwa proyek rehabilitasi bendungan daerah irigasi (D.I) Air Pangi, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi (Pemprov) di desa Pandang Arang, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, yang di nilai kelompok penerima, pengguna, dan pemanfaatan air yang meliputi 7 desa di wilayah tersebut dikerjakan asal-asalan.

“Pelaksanaan tender pihak CV Rey-sha memenangkan tender dengan anggaran 1,952 M untuk rehabilitas daerah irigasi (D.I) Air pangi yang mana untuk mengaliri sawah-sawah, pekerjaan itu dengan kontrak selama 150 hari berakhir sampai bulan Desember 2021, pekerjaan tersebut masih dalam tahap pekerjaan belum ada pembayaran penyelesaian dari pihak SDA Provinsi Sumatera Selatan.  Jadi meluruskan pekerjaan tersebut masih tanggung jawab pihak kami kontraktor, belum memakai uang negara, belum ada rana-rana indikasi korupsinya karena pekerjaan kami masih berlangsung dan berakhir pada bulan Desember,” ungkap kuasa CV Rey-sha dihadapan awak media.

Saryono  menyayangkan pekerjaannya diobrak-abrik dengan menggunakan alat yang disengaja oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, itu merusak dan menghancurkan bangunan D.I Air Pangi, peristiwa terjadi pada Selasa 27 Juli 2021, kemarin, dalam aksinya, tampak dalam sebuah video yang diperlihatkan pihak CV Rey-sha, salah satu Kades berpakaian Dinas membongkar bagian bangunan, bahkan menurut informasi coran yang baru dikerjakan sehari sebelumnya itu menjadi porak-poranda.

“Kami  menyayangkan perbuatan Kades Anjungan,, Pandan Arang, Tanjung Kurung dan Kades Keban Agung bersama beberapa BPD serta segelintir masyarakat setempat yang diduga melakukan pengrusakan di beberapa titik bangunan tersebut. Kenapa pekerjaan kami tahun ini di obral-abrik, seandainya ada kekurangan, ada kelebihan mutu dan kwalitas siap diperbaiki sebaik mungkin, disini kami mengklarifikasi tentang pekerjaan yang dikatakan abal-abal, dan tidak ada aturan yang mengatur kepala desa boleh membongkar pekerjaan pemerintah itu,” ucapnya.

“Oleh karena itu kami meminta kepada pihak penegak hukum untuk memproses pelaku pengrusakan yang diduga 4 kepala desa dan satu orang Ketua GP3A, untuk itu kami meluruskan hal tersebut masih tahapan pengerjaan belum ada pembayaran, baru uang muka kami terima,” ungkapnya.

Dikatakan pihaknya akan melaporkan kejadian dugaan pengrusakan tersebut kepada pihak penegak hukum dengan alasan, pertama yaitu pengrusakan aset negara, kedua tidak ada nilai kerugian uang negara, sebab CV Rey-sha masih menggunakan uang perusahaan dalam proyek itu.

Yang lebih mengherankan lagi, sambungnya, kenapa penilaian dan protes empat oknum Kades dan Ketua GP3A ini baru muncul saat perusahaan mereka sedang mengerjakan, padahal sebelumnya (tahun 2020) sudah ada proyek tersebut yang tendernya dimenangkan oleh salah satu perusahaan.Karena merasa tidak sanggup, oleh perusahaan itu pekerjaannya di over ke perusahaan lainnya, dan saat itu tidak ada protes atau penilaian negatif kepada proyek tersebut.

“Nah ada apa dibalik semua ini? Sedangkan bendungan D.I tersebut sangat dinanti oleh warga dan petani sawah untuk mengairi padinya, lantas di rusak dengan alasan yang tidak jelas, bukan hanya proyek Negara hancur, selain kami rugi masyarakat petani juga dirugikan,” jelas mantan DPRD Kab.Lahat itu.