Beranda Gelumbang Pembangunan Tower Telekomunikasi Smartfren Diduga Abaikan Sosialisasi Terhadap Warga Gelumbang

Pembangunan Tower Telekomunikasi Smartfren Diduga Abaikan Sosialisasi Terhadap Warga Gelumbang

409
0

Laporan Ali Saiin

Muaraenim News, GELUMBANG – Pembangunan tower telekomunikasi milik salah satu operator seluler yang menyediakan jasa layanan telekomunikasi,Smartfren,yang sedang dilaksanakan di wilayah kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim Sumateraselatan.

Namun sayang,Geliat kemajuan dalam bidang jasa telekomunikasi tersebut,diduga belum melaksanakan tahapan sosialisasi dengan masyarakat di wilayah Gelumbang.

Hal itu terungkap ketika awak media memonitor langsung terhadap keberadaan tower telekomunikasi yang berada di RT 4 kelurahan Gelumbang, tepatnya di depan jalur pipa pertamina, yang juga berdekatan dengan SMA PGRI Gelumbang.

Salah seorang warga Gelumbang, S,Ketika dibincangi awak media mengatakan apresiasinya atas kemajuan Gelumbang dalam bidang layanan telekomunikasi. Namun kiranya agar juga menyerap aspirasi keinginan warga dalam bentuk sosialisasi terlebih dahulu khususnya dengan warga di sekitar pembangunan tower telekomunikasi tersebut.

“Terima Kasih pak,karena bukan hanya tower Smartfren saja yang ada di Gelumbang,juga dengan keberadaan beberapa tower operator seluler lainnya. Namun alangkah bagusnya,sebelum pembangunan tower tersebut hendaknya di sosialisasinya terlebih dahulu ,khususnya dengan para warga disekitar lokasi pembangunan tower tersebut ” Ungkap S,salah seorang warga Gelumbang kepada awak media, Kamis (10/12/2020).

Ditambahkan juga olehnya,Sosialisasi merupakan salah satu tahapan penting mengingat sebagian warga mungkin belum mengerti dampak yang ditimbulkan yang diakibatkan adanya pembangunan tower telekomunikasi tersebut tersebut.

“Kami sangat mengharapkan agar kiranya pihak pengelola tower segera mensosialisasikan pembangunan tower ini,mengingat mungkin ada sebagian warga yang belum mengerti efek sebab akibat yang ditimbulkan oleh pembangunan tower ini,misalnya tentang jarak ideal yang menjadi tanggung jawab pengelola tower,kerusakan alat alat elektronika atau peralatan rumah tangga lainya yang biasa sering mengalami kerusakan pada warga di sekitar tower,”katanya.

“Dan maaf (bukan menghendaki sesuatu yang buruk terjadi) andaikan tower ambruk,seperti apa pertangungjawaban pihak pengelola tower,dan itupun ada kesepakatan tertulis dengan para warga di sekitar lokasi tower,sehingga di kemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman “Jelas S,sambil menjelaskan beberapa keinginan warga dalam kesepakatan sosialisasi tersebut.

Sementara itu ,RT 04 kelurahan Gelumbang Roli yang turut monitor bersama awak media,mengatakan akan menyampaikan aspirasi warga nya terkait dengan sosialisasi pembangunan tower telekomunikasi tersebut.

“Benar pak,sampai sekarang belum ada sosialisasi yang dilakukan oleh pihak pengelola tower, Namun kemaren tanda tangan persetujuan warga yang baru dilaksanakan meskipun ada salah satu warga yang belum membubuhkan tanda tangan terkait pelaksanaan pembangunan tower telekomunikasi ini”jelas Roli.

Sementara itu,dari informasi yang dihimpun awak media dilapangan,Ketika berusaha untuk konfirmasi dengan pihak pengelola tower dengan salah satu warga.

“Tadi ada pak HSB selaku perwakilan pihak pengelola tower,cuma mungkin sekarang beliau sudah pulang,mungkin karena hujan tadi ini”jelas salah seorang warga sambil menyatakan keengganannya untuk menyebutkan namanya.