Beranda MuaraEnim Tiga Warga Mengundurkan Diri Dari Perogram Keluarga Harapan (PKH)

Tiga Warga Mengundurkan Diri Dari Perogram Keluarga Harapan (PKH)

320
0

Laporan – Dadang Hariansyah

Muaraenim News, MUARAENIM-Tiga orang ibu rumah tangga di Kabupaten Muaraenim mengundurkan diri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Ketiganya yakni Hikmah, Noviana dan Salhuma warga Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim.

Pengunduran diri ketiganya bukan tanpa alasan. Keduanya merassa masih banyak keluarga lebih membutuhkan bantuan tersebut.

Padahal, kondisi rumah Salhuma sendiri belum ada masih ngontrak. Saat ditemui di rumahnya, Senin (02/3/2020), Hikma, Noviana dan Salhuma mengaku masih banyak warga yang hidupnya di bawah Mereka tapi belum tersentuh bantuan PKH. Untuk itu mereka mengikhlaskan untuk mengundurkan diri dari PKH dan berharap dikemudian hari ada pendataan untuk warga yang lebih membutuhkan mendapatkan PKH tersebut.

“Insyaallah saya mampu, Saya sendiri sudah lima tahun ini menerima PKH. Tapi beberapa waktu yang lalu suami saya mendapat pekerjaan di PT,” kata Hikma

Suami Hikma dan Salhuma sendiri sedianya bukan pekerja tetap. Suami mereka merupakan pekerja di PT hanyaah kontrak, sedangkan Noviana sudah membuka usaha sendiri yaitu berjualan makanan ringan.

“Sudah saya pikirkan saya mengundurkan diri saja. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari pada saya,” jelasnya Noviana.

Proses pemunduran diri dari penerima PKH sudah disampaikan baik secara lisan maupun tertulis oleh petugas yang bersangkutan yaitu Pendamping PKH.

Turut menyaksikan pengunduran diri ke 3 warga tersebut yaitu Kepala Desa Nurkuma, Camat Semendo Darat Ulu diwakili oleh Mungkardin dan Gumarang serta Babinkantibnas Zulkipli dan pendamping PKH Ainal akram.

“Ya saya dari kepolisian sangat mengaspresiasi kesadaran Ibu-ibu ini untuk mengundurkan diri semoga rezki ibu-ibu ini nantinya bisa bertambah banyak lagi” Kata Zulkipli

Sedangkan Camat Semedo Darat Ulu diwakili Mungkardin menyampaikan aspresiasi atas keputusan tiga warganya tersebut.

“Ya saya salut pada ketiganya. Artinya ada warga secara mandiri untuk lebih bangkit tidak bergantung pada pemerintah dan bisa memberikan kesempatan (Penerima PKH) pada keluarga yang jauh di bawahnya,” kata Mungkardin.

Kepala Desa Nurkumala sangat bangga dan mengucapkan banyak terima kasih kepada ketiga ibu-ibu penerima PKH.

“Saya berterima kasih dan bangga kepada Ibu-ibu karna sudah berani untuk mandiri sendiri dan tidak bergantung pada bantuan lagi semoga ibu-ibu ini menjadikan contoh kedepan untuk warga saya yang lain”

PKH sendiri merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Menfaat (KPM). Program tersebut sebagai upaya pemerintah untuk percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 hingga sekarang.