Beranda Gelumbang SANIMAS/IPAL Pinang Banjar Diduga Bangunan Dalam Pusaran Besar Korupsi

SANIMAS/IPAL Pinang Banjar Diduga Bangunan Dalam Pusaran Besar Korupsi

919
0

Laporan Teza Dewantara

Muaraenim News, GELUMBANG –Terbaru, dalam berkas berita acara laporan masyarakat Desa Pinang Banjar tentang dugaan penyelewengan dana desa, penyalahgunaan wewenang dan jabatan oleh kepala desa Pinang Banjar (Jon Kanedi) yang telah diserahkan oleh Tim Perwakilan Masyarakat, BPD, dan Tim Kuasa Hukum masyarakat ke Kantor Bupati dan Dinas Pemerintah Kabupaten Muaraenim beberapa minggu  lalu, ternyata berbuntut panjang.

Hal ini karena salah satu point dalam aduan masyarakat adalah tentang pembangunan SANIMAS/IPAL (WC Umum) di desa Pinang Banjar, yang secara sekilas mata awam saja, sudah sangat jelas terindikasi korupsi.

Bangunan yang berada dipinggir jalan timbunan penghubung antara jembatan dan pemukiman penduduk ini, tak lebih hanya seukuran RSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali), dan tampak jelas bangunan dibangun biasa saja.

Namun saat kita mengetahui anggaran dana bangunan tersebut, yang berada di angka 500 juta, alias setengah miliar rupiah, mungkin geleng kepala adalah salah satu hal yang hampir pasti kita lakukan.

Hal ini dibenarkan oleh M.Ali Hanapiah SH, salahsatu dari 16 orang advokat/pengacara yang tergabung dalam LKBH Dewantara Palembang, yang bertindak sebagai Tim Kuasa Hukum masyarakat desa Pinang Banjar.

“Ya, benar. Untuk masalah bangunan SANIMAS/IPAL atau WC Umum ini, memang ada (termasuk) dalam point-point pengaduan masyarakat yg sudah kami sampaikan berkasnya kemarin. Tentu ini akan terus kami pantau dan kami cermati perkembangan kasusnya. Siapapun yang terlibat (bukan hanya kades), kami harap dapat ditindak tegas.” Katanya kepada awak media,  Sabtu (08/09/2020).

Dari data yang kami konfirmasi melalui Tim Perwakilan Masyarakat, beberapa nama yang terlibat langsung dalam proses pembangunan SANIMAS/IPAL desa Pinang Banjar ini antara lain : Jailani (bendahara), Ruslan (ketua TPK), Musaddar (pemborong, asal Tambangan Kelekar) dan Haris Munila (pemborong, asal Penandingan).

Ruslan (49) yang kami konfirmasi selaku ketua TPK pembangunan SANIMAS/IPAL ini, mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pembangunan, hanya sebatas saat pencairan dana di bank saja.

“Saya hanya diminta datang dan menandatangani berkas saat pencairan dana. Setelah dana cair, uang itu semuanya langsung diambil kades.
Sesudah hari itu, mulai dari belanja untuk pengadaan barang & bahan bangunan, upah tukang, dan hal-hal lain apapun itu, saya tidak pernah dilibatkan lagi. Semuanya dia (kades) yang menghandle sendiri, atau mungkin bersama bendahara, entah saya juga tidak tahu pasti.” terang Ruslan.

“Saya hanya mengatakan kepada tukang-tukang yang bekerja saat itu, tolong bangunan ini dibangun dengan semestinya, karena ini untuk orang banyak/masyarakat desa, itu saja. Selain itu, saya sudah tidak tahu-menahu lagi.” Pungkasnya.