Beranda Sumsel Pemilihan BK DPRD Banyuasin Ricuh

Pemilihan BK DPRD Banyuasin Ricuh

39
0

 

Laporan Ari

Muaraenim News, BANYUASIN – Pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Banyuasin berujung ricuh. Hal itu diduga disebabkan keributan antara anggota dewan dalam rapat paripurna, Senin (14/10/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keributan itu puncaknya karena salah satu anggota dewan Fraksi Partai Golkar yakni Nasir merasa dikhianati hingga menyebabkan dirinya tak terpilih menjadi anggota BK DPRD Banyuasin.

Seperti diketahui pemilihan anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin diikuti oleh enam anggota DPRD Banyuasin.

Selanjutnya untuk memilih anggota dewan kehormatan dilaksanakan dengan sistem voting, sampai diumumkan pimpinan DPRD terpilih lima anggota badan kehormatan. Lima yang terpilih yaitu Endang Sari, Budi Santoso, M Sholih, Sopian Hadi, dan Jupriadi.

Sedangkan Nasir dari Partai Golkar tidak terpilih sebagai anggota Badan Kehormatan. Di saat itu secara tiba — tiba Nasir memukul meja menggunakan tangan sebanyak dua kali, diduga merasa ada salah satu parpol tidak komitmen memilih dirinya dalam pemilihan itu.

Bahkan tidak hanya memukul meja sampai dua kali, rupanya Nasir terus mengomel kalau partai tersebut tidak komitmen dan sebagainya. Sampai akhirnya anggota DPRD Banyuasin Emi Sumitra (PKB) yang berada dekat dengan Nasir, menjadi ikut emosi sampai terjatuh dari tempat duduknya hingga membanting meja.

“Ngomong PKB dak komitmen…kutunjuke kertas itu malah dio minta foto waktu milih cak suis. Nah aku jawab dak katek. Marah-marah, kusuruh nanyo pimpinan fraksi langsung nepak meja ….panggil ketuo fraksi suruh sini ngadep aku….lah apo urusan nyo dgn aku…..wajar dong kalo aku bereaksi,” ujar Emi Sumitra.

Kemudian Nasir dan Emi Sumitra dapat dilerai dan ditenangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, dan rapat paripurna dapat dilanjutkan kembali. Usai itu kegiatan berlangsung kondusif, hingga selesai.

Ketua Aliansi Masyarakat untuk Institusi (Amunisi) Efriadi Efendi mendukung tindakan yang dilakukan Emi Sumitra, apalagi dalam memperjuangan nasib rakyat.

“Selaku masyarakat  kami menilai DPRD di Banyuasin hanya mementingkan diri sendiri tidak memikirkan rakyat. Mungkin hanya ada beberapa orang Dewan yang sanggup mengadu argumen demi kepentingan rakyat, selebihnya datang ke kantor saat Paripurna selebihnya entah kemana,” tegasnya.