Beranda MuaraEnim Herman Deru : Kedepankan Adat Budaya Muaraenim

Herman Deru : Kedepankan Adat Budaya Muaraenim

158
0

TUNGGUTUBANG CULTURE : Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH dan Kapolres Muaraenim Akbp Afner Juwono SH Sik MH memberikan tepuk tangan penampilan masyarakat Tunggu Tubang Culture. FOTO/MN / Hafiz

 

Laporan Hafiz

Muaraenim News, MUARAENIM – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, mengajak seluruh lapisan perintah dan masyarakat untuk selalu mengedepankan kearifan lokal. Hal ini perlu dilaksanakan karena Muaraenim merupakan banyak sekali kulture yang beragam, sehingga menjadi cintih bagi daerah lain. Ungkapan ini disampaikan Deru di acara Colorful Muaraenim Festival, Tunggu Tubang Culture di Lapangan Merdeka Muaraenim  Rabu (30/10/2019).

Tunggu Tubang Culture merupakan salah satu dari giat colorful muaraenim festifal 2019. dimana dalam acara ini mengangkat adat pernikahan tunggu tubang wilayah semende dengan melibatkan masyarakat Marge Semende tiga Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), memerankan akad nikah dan perbie, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) memerankan prosesi Bunting Tandang dan Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) memerankan Ngantat Bunting Balik.

Plt Bupati Muaraenim H Juarsah mengatakan, Muaraenim terdiri dari banyak marge dari Semende, Lubai suku-suku empat petulai, Dangku, Rambang, Rambang kapak, tengah, dalam, belimbing, hujan Mas hingga gelombang dan Sungai Rotan. Hal inilah yang menyebabkan Kabupaten Muara Enim memiliki ikatan Persaudaraan yang kuat dengan kabupaten kota yang ada di sekitarnya baik dalam provinsi Sumatera Selatan maupun provinsi di luar Sumatera Selatan.

“Festival ini menampilkan budaya dan adat masyarakat Kabupaten Muara Enim dari Marga, dan untk kali ini dari Marga Semende, yaitu tunggu tubang dengan adat istiadat menganut sistem matrilineal atau garis keturunan wanita, dalam hal ini harus tunggu tubang atau anak perempuan untuk menjaga harta warisan. Harta ini bukanlah menjadi hak milik harta itu adalah harta bersama harta keluarga seorang anak perempuan akan dilimpahkan harta keluarga ketika dia sudah berkeluarga atau menikah kecuali tumbuh terbang itu atau garis keturunan anak perempuan tertua itu tidak menginginkan atau tidak menerima atau tidak ada anak perempuan sehingga harta itu atau tumbuh-tumbuhan itu bisa dialihkan kepada anak laki-laki,” Papar Juarsah dalam sambutannya.

Sementara Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan kegiatan, Kegiatan Colorful Muaraenim yang mengangkat Tunggu Tubang Culture,  bisa menjadi contoh bagi Sekian banyak Kabupaten Kabupaten yang ada di indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

“Banyuwangi yang selama ini sebagai daerah yang panas, tapi kreativitas masyarakat yang diwadahi oleh pemerintahannya menampilkan kebudayaan dan kegotongroyongan sehingga Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten percontohan dan banyak di kunjungi, Pemerintah Kabupaten dapat menjadikan Muaraenim seperti itu,” ungkap Herman Deru.

Deru menambahkan salah satu caranya untuk mengangkat kearipan lokal untuk meningkatkan Kabuoaten dan Sumsel, karena ini salah satu prorogram pemerintah Sumsel, dia ingin masyarakat menjujung tinggi adat istiadatnya.

“Wilayah SDU, SDL dan SDU  sangat dikenal di Sumsel bahkan di tingkat nasional, bahkan ada pelaksanaanya di satu propinsi yaitu di padang yang seperti ini.Gencarnya budaya asing masuk, tarian asing, lebih kenal dengan beragam goyangan,  itu semua aksesoris saja, kita punya adat istiadat asli yang tak kalah menariknya, karena di setiap gerak setiap nyanyian ada proses edukasi kepada zuriyat-zuriyatnya, kepada pak Juarsah terus luiatkan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ini,” Pungkas Deru.