Beranda Sumsel Tanggapi Pegawai Kemenag Nyinyir, Ketegangan Terjadi

Tanggapi Pegawai Kemenag Nyinyir, Ketegangan Terjadi

58
0

Laporan Febby Malik

Muaraenim News, LAHAT – Ketegangan sempat terjadi saat Aksi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Lahat (Himapela) di Kantor Kemetrian Agama Jum’at (13/7). Sebab, saat aksi sedang berjalan ada seorang pegawai yang memerintah anggota aksi untuk menyampaikan aspirasi dan di anggap sudah tidak menghormati peserta aksi saat melaksanakan tuntutan meraka.

Seorang pegawai Kemenag ini saat aksi sedang berlangsung dengan nada cetus mengatakan silakan yang gondrong ngomong kenapa tidak ngomong. Sepontan saja membuat peserta aksi langsung menanggapi dan membuat suasana tegang.

” Kapasitas anda siapa, kenapa anda nyinyir jika memang anda ingin berbicara silakan melalui pengeras suara dan tidak usa cengengesan dan nyinyir anda sudah tidak menghormati kami,” Tegas Sundan salah satu peserta aksi yang tidak menerima respon salah satu pegawai kemenag.

Kejadian ini berawal ketika HIMAPELA menyampaikan aspirasi mereka ke kemenag agar ngawasi sekolah MTS N 1 lahat terkait iuran yang berjumlah Rp.35.000 setiap bulanya. Karena pungutan yang dilakukan sekolah MTSN 1 dianggap tidak sesuai dengan UU yang berlaku.

“Ini sudah jelas – jelas mencitrai  luhur dari kontitusi dan UU, Padahal Permenag No. 66 tahun 2016 tentang penyelenggaraan  pendidikan madrasyah pasal 62C huruf “a” sudah sangat jelas.” jelas Anjeli koordinator Aksi.

Sedangkan Perwakilan Kemenag menanggapi aksi ini dengan menerima dan meminta agar peserta aksi sabar dan akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Kepala kemenag sesegera mungkin.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi, dan saat kepala kemenag nanti sudah pulang dari dinas luar, maka kami akan membicarakan dan menyampaikan tuntutan,” Pungkas Sirifuddin kepada peserta aksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here