BerandaNasionalPejabat Penerangan Satuan Harus Responsif Terhadap Penanganan Krisis Informasi dan Menjaga Hubungan...

Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif Terhadap Penanganan Krisis Informasi dan Menjaga Hubungan Baik Dengan Media

259
0

Laporan Dadang HR

Muaraenim News, JAKARTA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E.,M.M. Dalam penyampaiaanya menegaskan bahwa dalam menghadapi krisis manajemen khususnya dalam hal pengelolaan manajemen informasi pejabat penerangan harus bertindak cepat dan responsif.

“Krisis di sini bukan krisis keuangan atau krisis moneter akan tetapi suatu kejadian di wilayah yang melibatkan satuan atau personel TNI AD harus segera direspon dengan cepat oleh pejabat penerangan,” kata Nefra Firdaus dalam pengarahannya pada rapat virtual melalui _video conference_ bersama dengan para Kapendam, Kapenhumas Balakpus dan Kapenrem seluruh Indonesia, di Puskodal Mabesad, Jakarta, Selasa (22/9/2020)

Dalam rapat tersebut Kadispenad memberikan pengarahan yang terkait dengan bidang tugas penerangan jajaran TNI Angkatan Darat yang harus di utamakan bagaimana pejabat penerangan di daerah atau satuan dalam menyikapi apabila ada kejadian yang melibatkan satuan atau personel TNI AD. _”How to handle Information During a Crisis”_ atau Bagaimana Langkah-Langkah Dalam memanajemen Informasi Pada Saat Krisis”tegas Nefra.

Brigjen Nefra menjelaskan bahwa terdapat 5 (lima) langkah yang harus dilakukan oleh pejabat penerangan, yang pertama;
_Be truthful_ (Jujur), dalam hala memberikan informasi apa adanya. Kedua; menyampaikan informasi yang bermanfaat.
Ketiga; membuat rencana Manajemen Krisis dan masukkan hubungan dengan media. Keempat; menyiapkan juru bicara, Kapen merupakan juru bicara satuan, siap tidaknya juru bicara dalam memberikan keterangan mempengaruhi opini masyarakat secara luas dan yang kelima; menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan media.

Selanjutnya Kadispenad memaparkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pejabat penerangan,
antara lain menganggap dan memperlakukan media sebagai musuh, dalam mendapatkan informasi tidak bergantung kepada media tetapi jadikan media menjadi salah satu sumber informasi, tidak melupakan Prajurit atau Personel TNI AD sebagai sumber informasi yang akurat tentang suatu peristiwa.

Pada akhir pengarahan Kadispenad menyampaikan beberapa kesimpulan dalam manajemen Informasi pada saat krisis, yaitu; manajemen informasi dalam krisis bukanlah hal yang spontan tetapi perlu disiapkan, direncanakan dan dipelihara. Public Relation (PR) dalam situasi krisis memerlukan skill (keahlian) yang harus dipelajari dan dilatih sehingga informasi yang disampaikan bermanfaat dan bukan menjadi bumerang. Pejabat penerangan harus berhati-hati dalam memberikan informasi yang penting, tapi tidak membatasi akses info secara total karena dapat menimbulkan asumsi yang keliru dalam persepsi berita. Dalam menyampaikan informasi harus memerhatikan hal-hal yang sudah menjadi protokol /ketentuan.

“Yang lebih penting hubungan dengan media harus terus dijaga dan bukan sebagai hubungan jangka pendek dan kasuistis tapi direncanakan secara baik,” pungkasnya.