Beranda Sumsel Biduan Ini Tewas Mengenaskan diduga di Keroyok

Biduan Ini Tewas Mengenaskan diduga di Keroyok

364
0
Laporan Irham
 
Muaraenim News, LAHAT – Tragis, seorang biduan Organ Tunggal (OT) tewas mengenaskan, diduga setelah dikeroyok dan dilempari batu oleh orang tak dikenal, sementara dua rekannya mengalami luka luka, Senin (14/10).
 
Korban bernama SR (23) warga Desa Saung Naga Kecamatan Kikim Barat. Pasca kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bungamas, namun nyawa korban tak tertolong.
 
Anehnya, dari keterangan petugas Puskesmas tidak ditemukan bekas luka atau pun memar akibat benda tajam atau tumpul. Sehingga, petugas puskesmas belum dapat memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
 
Dua rekannya yang mengalami luka luka, Juwendi, (38) warga Desa Lubuk Kelumpang Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang mengalami luka lecet di siku kanan dan di bagian hidung, serta luka memar di wajah sebelah kiri. Sedangkan rekan satunya, Pirmansyah (20) warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah, mengalami luka lecet di siku sebelah kiri.
 
Berdasarkan informasi yang didapat, kejadiannya naas tersebut terjadi di Desa Patikal Lama Kecamatan Kikim Timur, saat acara organ tunggal, yang di duga tidak memiliki surat izin keramaian.
 
Saat itu, korban bersama dua krunya dikeroyok oleh orang tak dikenal dengan cara melempari mobil yang ditumpangi korban dan dua krunya dengan menggunakan batu. Akibatnya, mobil yang ditumpangi korban mengalami kerusakan dan lecet lecet.
 
Kasubag Humas Polres Lahat, Iptu Sabar menjelaskan bahwa awal pengeroyokan terjadi saat korban Sari berjoget dengan salah seorang tamu. Melihat hal tersebut, Firmansiyah selaku teman korban tidak senang sehingga terjadi perselisihan antara dirinya dengan tamu tersebut.bKemudian korban di bawa untuk meninggalkan lokasi acara dan masuk ke dalam mobil milik Juwendi.
 
“Saat akan menghidupkan mobil, tiba tiba datang sekelompok pria yang tidak dikenal menghampiri mobil dan langsung menyuruh korban Firmansyah dan Sari keluar,” jelas Iptu Sabar didampingi Paur Humas Aiptu Lispono, Senin (14/10).
 
Namun demikian, Firmansyah dan korban tidak mau keluar. Lantas sesaat setelah itu, para pelaku langsung melempari bodi mobil dan memecahkan kaca bagian depan sebelah kiri dengan menggunakan batu.
 
Mendapati mobilnya dirusak, Juwendi keluar dari mobil dan para pelaku langsung memukuli korban dan terus meminta Firmansyah dan korban keluar. Juwendi yang sudah tak berdaya ditarik warga yang menolong dan para pelaku akhirnya kabur melarikan diri.
 
Korban langsung dibawa warga menuju Puskesmas Bungamas guna mendapat pertolongan medis, tetapi korban yang sebelumnya tak sadarkan diri saat terjadi pelemparan batu dinyatakan sudah meninggal dunia.
 
“Kasusnya ditangani pihak reskrim Polsek Kikim Timur, sementara korban telah dibawa pihak keluarga nya ke Desa Saung Naga Kecamatan Kikim Barat untuk dikebumikan,” tandasnya.