Beranda Lawang Kidul Bbm Langkah, Camat dan Kapolsek Lawang Kidul Sidak SPBU Batu Grigis

Bbm Langkah, Camat dan Kapolsek Lawang Kidul Sidak SPBU Batu Grigis

366
0

 

Laporan Andi Razak Efendi

Muaraenimnews.com, LAWANGKIDUL -Akibat kelangkaan bbm mengakibatkan atrian panjang kendaraan yang akan mengisi bbm di spbu Batu Grigis, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, sehingga Camat dan Kapolsek Lawang Kidul turun untuk melaksanakan Inspeksi Mendadak ( Sidak ) ikut juga bersama Anggota Polsek Lawang Kidul, Rabu (18 Agustus 2021).

Terpantau awak media saat melintas di jalan lintas baturaja ( Tanjung Enim – Muara Enim ) terlihat kendaraan panjang yang mengantri untuk mengisi bbm, baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, diduga akibat pihak spbu mengisi drigen untuk mengecer bbm.

Ketika seorang pengendara mobil kijang inova habis mengisi drigen, saat ditanya sopir kijang inova yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, ” saya sebagai pengcer bbm dari Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung untuk membeli bbm jenis pertamax untuk dijual eceran ” saat ditanya kenapa harus beli di spbu Batug Grigis, jawabnya, karena di spbu lain tidak ada alias habis, tuturnya.

Saat di komfirmasi Direktur spbu Batu Grigis manuel, menyatakan adanya antrian panjang kendaraan yang mengisi bbm di spbu Batu Grigis, karena suplay bbm dikurangi, biasa disuplay 32 ribu ton, hanya dikirim 16 ribu ton, karena spbu yang lain juga dikurangi, katanya.

Masih dari manuel, kita buka spbu mulai pukul 06.00 wib, dan sampai pukul 09.00 wib, bbm jenis pertalite sudah habis, dan sekarang tinggal bbm jenis pertamax lagi, karena kita bisnis, siapun yang akan membeli bbm kita layani, kecuali bbm bersubsidi yang tidak boleh kita jual dengen pengecer atau pengisian pakai drigen, imbuhnya.

Ketika camat lawang kidul Andrille Martin, SE dan kapolsek lawang kidul IPTU. Marwan, SH saat sidak di spbu Batu Grigis, juga berkomentar, untuk pelayanan pelanggan di spbu Batu Grigis mengatakan, agar petugas spbu Batu Grigis mengutamakan pelayanan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, jangan mengutamakan pelayanan untuk mengisi drigen terlebih dahulu.
“Utamakan dulu kendaraan, jangan mengisi drigen dulu,” tegasnya.