Laporan Hafiz Jakarta

Muaraenim News, JAKARTA – BSN terus mendorong implementasi SNI ISO 37001:2016, Sistem manajemen anti-penyuapan kepada seluruh organisasi baik perusahaan maupun nirlaba di Indonesia. “SKK Migas mulai mengimplementasikan SNI ISO 37001 untuk membantu menciptakan industri hulu migas yang transparan dan efisien sehingga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara,” ujar Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam acara Seminar Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Sektor Hulu Migas, di Jakarta (27/03/2018). Acara ini diselenggarakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kantor Staf Presiden dan BSN.

Hingga saat ini, sudah ada 3 organisasi yang berhasil meraih sertifikat kesesuaian SNI ISO 37001:2016 yakni Balai Besar Karantina Pertanian Makassar Kementerian Pertanian, Inspektorat Badan Narkotika Nasional (BNN), serta PT. Hari Mukti Teknik (KANABA).
Untuk lembaga sertifikasi, sudah ada 4 (empat) yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan siap mengoperasikan sertifikasi SNI ISO 37001:2016, yakni PT. Garuda Indonesia, Asricert Indonesia, PT. TÜV NORD Indonesia, dan PT. Mutu Agung Lestari.

Penetapan SNI 37001:2006 itu merupakan salah satu tindaklanjut atas ditetapkannya Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. “BSN mengadopsi secara identik standar ISO 37001 menjadi SNI ISO 37001:2006. Ini artinya penerapan SNI tersebut sudah mengacu dan diakui secara internasional,” ujar Bambang.

Menurut Kepala Kantor Staf Presiden, Jend. (Pur) Moeldoko mengatakan SNI ISO 37001 sebagai solusi. “Indonesia harus membangun standar organisasi yang sesuai dengan standar internasional yang terbaik. Dengan standar yang baik, akan lebih mudah bersaing di kompetisi dunia. Melalui standar ini, penyedia barang dan jasa akan mendapatkan manfaat karena standar baru ini akan mendorong kompetisi yang lebih sehat. Bahkan ISO 37001 akan membuka lapangan pekerjaan baru dan potensi proyek baru untuk industri auditor dan akreditasi,” jelas Moeldoko.

Lanjut Moeldoko, penerapan SNI ISO 37001 oleh SKK Migas dapat meningkatkan daya tarik investor dengan berkurangnya biaya ekonomi tinggi yang tidak diperlukan.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan tahap perencanaan penerapan SNI ISO 37001:2016 di SKK Migas sudah mulai dilakukan dari pertengahan tahun lalu. “Saat ini kita sudah masuk dalam tahapan implementasi. SKK Migas sudah mulai mengintegrasikan SNI ISO 37001:2016 ke dalam proses bisnis SKK Migas serta mengomunikasikan SNI ISO 37001:2016 baik ke internal maupun eksternal,” ujarnya

Amien mengatakan penerapan SNI ISO 37001:2016 di SKK Migas membantu SKK Migas untuk lebih fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya di industry hulu migas dengan menghindari dan menghilangkan gangguan dari praktik-praktik penyuapan. Penerapan SNI ISO 37001 juga dapat menjaga reputasi SKK Migas sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance), yaitu transparency, accountability, responsibility, independency, fairness, dan integrity. SNI ISO 37001:2016 juga dapat memberikan kerangka yang sistematis mengenai anti penyuapan. “Penerapan SNI ISO 37001:2016 membantu menciptakan industri hulu migas yang lebih efisien sehingga dapat berkontribusi maksimal untuk penerimaan negara,” ujar Amien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *