Beranda Sumsel Vonis Bebas Bandar Narkoba Massa Gembok PN OKU

Vonis Bebas Bandar Narkoba Massa Gembok PN OKU

107
0

 

Laporan Redaksi

Muaraenim News, OKU  – Keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Baturaja Kebupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan vonis bebas kepada beberapa terdakwa kasus tindak pidana kembali menuai protes dari masyarakat.

Kali ini aksi memprotes keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Baturaja  tersebut datang dari Forum Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Keadilan (Format Keadilan) yang melakukan aksi damai ke Pengadilan Negeri Baturaja pada Senin (19/08/2019).

Format Keadilan sendiri merupakan gabungan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah OKU Raya, Gerakan Rakyat Dan Pemuda OKU (GARDA OKU) serta Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu.

Firman, Koordinator Aksi dalam aksi damai tersebut dalam orasinya menyampaikan kekecewaannya atas vonis bebas yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Baturaja terhadap 3 terdakwa pembunuh Brimob yang divonis bebas pada 24 Juli 2019 dan vonis bebasa terhadap terdakwa bandar narkoba yang divonis bebas pada 16 Agustus 2019 lalu.

“Copot Ketua Pengadilan Negeri Baturaja dan juga pecat semua majelis hakim yang menangani perkara pembunuhan anggota Brimob dan terdakwa bandar narkoba,” seru Firman.

Sempat terjadi kericuhan antara aparat keamanan dari Polres OKU dan Pol PP Kabupaten OKU dengan massa aksi, saat masa aksi berupaya memaksa menggembok pintu utama Pengadilan Negeri Baturaja.

Berkat kerja keras aparat keamanan yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres OKU Kompol M. Ginting, keteganan antar aparat dan massa aksi  sempat mereda, hingga akhirnya Wakil Ketua Pengadilan Negeri Baturaja Agus Safuan Amijaya menemui massa aksi.

Namun saat mengetahui bahwa Agus Safuan Amijaya adalah juga menjabat sebagai Hakim Ketua yang menangani perkara pembunuhan anggota Brimob massa menolak kehadiran Agus,dan meminta Agus bersedia bersumpah dihadapan massa aksi bahwa dirinya tidak menerima suap dalam memutuskan perkara pembunuhan anggota Brimob.

Namun Agus menolak permintaan sumpah dari massa aksi.

“Bukan saya tidak mau bersumpah, namun sumpah itu ada tempatnya dan dengan mekanisme khusus,” ujar Agus dengan raut wajah nampak tegang.

Melihat Agus yang tidak bersedia  bersumpah suasana aksi kembali memanas, masa kembali bersikeras bahwa mereka akan menggembok pintu Pengadilan Negeri Baturaja.

“Gembok gedung pengadilan Negeri Baturaja, tak ada gunanya gedung ini,” teriak Mulya Ramadhan salah seorang koordinator lapangan.

Suasana yang semakin memanas akhirnya memaksa aparat keamanan untuk membiarkan massa aksi menggembok Pintu Pengadilan Negeri Baturaja.

“Dengan digemboknya gedung ini, maka ini adalah simbol bahwa gedung ini tak berguna, gedung yang kita harapkan memberikan rasa keadilan ini ternyata justru telah mencederai rasa keadilan masyarakat,” kata Josi Robet koordinator lapangan lainnya.

Massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah mereka berhasil mengirimkan pengaduan ke Komisi Yudisial (KY).

“Jika tidak ada tindak lanjut dari KY dan MA atas pengaduan kami ini, maka kami akan kembali melakukan aksi,” pungkas Firman.