Beranda Sumsel Tingginya Curah Hujan Robohkan Jembatan Penghubung Semendo Lahat.

Tingginya Curah Hujan Robohkan Jembatan Penghubung Semendo Lahat.

257
0

 

Laporan : Rudi yansyah.

Muaraenim News, Mulak Ulu, LAHAT – Derasnya Debit Air yang diakibatkan Tingginya curah hujan membuat jebatan  Penghubung Sumatra Selatan dan Bengkulu Ajelok rusak Parah, Senen (30/12/2019).

Jembatan penghubung tersebut terletak di Kecamatan Mulak Ulu. Kabupaten Lahat. Ambruknya jembatan ini terjadi pada  pada pukul 3:30 dini hari, di akibatkan terjangan air yang begitu dahsyat dari perbukitan hulu sungai air Mulak. Jembatan penghubung dari Desa Pengentaan dan Desa Lesung Batu Kecamatan Mulak Ulu  Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan melumpuhkan semua aktivitas masyarakat yang hendak bepergian ke arah Semendo maupun ke Kabupaten Lahat. Dan ke Bengkulu jalur Semendo

Meluapnya sungai air Mulak diprediksi karena gundulnya perbukitan di hulu sungai yang telah dibuat perkebunan oleh masyarakat. Hal ini tampak telah longsornya perkebunan warga di bukit hulu sungai air Mulak, yang mengakibatkan banjir bandang dan ambruknya jembatan. Seperti yang diungkapkan oleh bapak Perno warga Desa Pengentaan Kecamatan Mulak Ulu, beliau menyatakan meluapnya sungai air Mulak ini diperkirakan terjadi pada dini hari tadi akibat tingginya curah hujan.

“Mungkin karena banyaknya bukit yang telah dibuat perkebunan oleh warga, sehingga resapan air hujan tak dapat dibendung lagi. Dan ada juga perkebunan warga yang longsor di hulu sungai,” jelasnya.

Ambruknya jembatan penghubung ini membuat lumpuhnya perekonomian warga, pasalnya warga tidak bisa menjalankan aktivitas seperti bepergian ke pasar untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok, anak-anak sekolah, pegawai kantor dan aktivitas warga lainnya. Karena diprediksi perbaikan jembatan ini sangat memakan waktu yang cukup lama. Adapun panjang jembatan mencapai 50 meter dan ditambah dengan longsornya muka jembatan diperkirakan mencapai 15 meter. Seperti yang diungkapkan Asnawi, ia berharap pada pemerintah untuk secepatnya memperbaiki jembatan ini, setidaknya membuat jembatan pembantu agar warga dapat menjalankan aktivitas untuk bepergian.

“Usai liburan ini anak-anak mulai masuk sekolah, yang dari beberapa desa seperti Desa Lesung Batu, Air Puar, Pajar Bulan, Mengkenang, Lawang Agung, banyak anak-anak yang bersekolah ke SMP dan SMA yang berada di Desa Muara Tiga. Aktivitas seperti ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” harapnya.

Sebagai informasi, terjadinya banjir bandang ini mengakibatkan putusnya jembatan air Mulak, banjirnya Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai.

Putusnya jembatan air Mulak ini sudah dipasang garis polisi (Police Line) oleh Polres Lahat melalui Polsek Mulak Ulu.