Tiga Tuntutan Arus Bawah, H. Adriansyah Serukan UNRAS 9 Desember di Halaman Pemkab Muara Enim

Laporan Hafiz
Muaraenimnews.com, MUARAENIM — Menjelang aksi unjuk rasa (UNRAS) yang direncanakan berlangsung pada 9 Desember 2025 di halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, tokoh masyarakat H. Adriansyah menyampaikan tiga isu utama yang akan diangkat dalam aksi tersebut. Seruan ini disampaikan melalui sejumlah grup WhatsApp dan mendapat respons beragam dari publik pada Sabtu (6/12/2025).
Dalam pernyataannya, H. Adriansyah menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk pengawalan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan daerah agar berjalan sesuai aturan, adil, dan bebas dari praktik penyimpangan. Ia mengusung tiga tuntutan utama yang disebutnya sebagai “Komunike Arus Bawah Anti Pemufakatan Jahat.”
Tiga Tuntutan Aksi UNRAS 9 Desember 2025
- Menghentikan Pungutan Pajak Galian C kepada Pemborong
Massa mendesak Bupati Muara Enim untuk segera menghentikan pungutan pajak galian C yang dibebankan kepada para pemborong. Menurut Ardiansyah, kebijakan tersebut berpotensi menjadi abuse of power dan menimbulkan beban tambahan bagi pelaksana proyek. - Menghentikan Penggunaan Material Tambang Ilegal pada Proyek Pemerintah
Aksi ini juga menyoroti penggunaan material tambang seperti batu, pasir, dan tanah urug yang diduga tidak memiliki legalitas. Adriansyah menilai praktik tersebut berpotensi bertentangan dengan hukum dan harus dihentikan segera agar proyek pemerintah berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. - Menuntut Proses Lelang yang Nyata dan Berkeadilan
Tuntutan ketiga adalah menegaskan agar seluruh proses lelang proyek pemerintah dilakukan berdasarkan asas transparansi, keadilan, dan kompetisi sehat. Masyarakat meminta Pemkab memastikan tidak ada praktik monopoli maupun pengaturan pemenang lelang.
H. Adriansyah menyebut bahwa tiga tuntutan ini mewakili suara masyarakat yang ingin perbaikan tata kelola pemerintahan. Ia memastikan aksi UNRAS akan berlangsung secara tertib dan mengedepankan etika demokrasi.
Aksi dijadwalkan dimulai pada pagi hari, dengan titik kumpul di area lapangan Pemkab Muara Enim.



