BerandaSumselTerdampak Debu Batu Bara Selama Bertahun-tahun Emak-Emak Blokir Jalinteng Sumatera

Terdampak Debu Batu Bara Selama Bertahun-tahun Emak-Emak Blokir Jalinteng Sumatera

468
0

Laporan Dadang HR

Muaraenim News, LAHAT – Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh para ibu-ibu dan para warga tepat nya di jalan lintas kabupaten Lahat menuju kabupaten Muaraenim membuat macet transportasi umum di utarakan sebagai bentuk protes masyarakat terhadap perusahan tambang batu bara.

Mangakibatkan pencemaran udara Polusi udara yang disebabkan oleh aktivitas kegiatan alat angkut transportasi perusahaan-perusahaan tambang batubara di sana.

Pemblokiran jalan tersebut tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu dan masyarakat Desa Banjarsari saja akan tetapi ibu-ibu dan masyarakat desa Prabumenang juga lakukan hal yang sama.

Pasalnya,pada Senin malam (28/9/2020) hingga Selasa (29/9/2020) siang tanpa dikomando i ibu-ibu dari Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur, berbaris berjejer di tengah badan jalan sehingga menyebab kan kemacetan dan melumpuhkan aktivitas transportasi jalur lintas kabupaten Lahat menuju kabupaten Muaraenim.

Pantauan awak media di lapangan, aksi ibu-ibu Desa Gunung Kembang yang sempat menyebakan kemacetan tersebut sepanjang 3 Km berlangsung lama,

Pihak Pemerintah Kecamatan Merapi Timur dibantu dengan anggota Polsekta Merapi serta Koramil Kodim 0405 Lahat bersegera terjun ke tempat kejadian tersebut guna mengurai kemacetan dan mengamankan lokasi dimana pemblokiran jalan yang tersebut tempat ibu- ibu dan warga sekitar berdemo tak berselang lama saat pemerintah Desa datang dengan di bantu aparat TNI-POLRI para demonstran pun mulai membubarkan diri dengan tertib hingga pukul 10.30 WIB.

Warga “Kami semua disini Melakukan ini,tidak lain sebagai bentuk protes terhadap debu yang berterbangan yang di sebabkan Oleh alat angkut transportasi perusahaan-perusahaan tambang batubara,seharusnya pihak perusahaan lakukan upaya penyiraman jalan menggunakan water tank supaya tidak menyebabkan polusi udara seperti ini, apalagi seperti yang saat ini kita ketahui semua,saat ini kita semua sedang berada pada masa pandemi Covid-19,akan tetapi pihak perusahaan seolah mengabaikan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini,ungkap warga

Camat Merapi Timur Miharta menjelaskan kepada awak media, Dari malam ini masih melakukan dialog dan komunikasi kepada Warga namun para pengunjuk rasa sudah dihimbau untuk tidak melakukan hal yang bisa merugikan diri sendiri. “Siang ini kami masih berdialog dengan masyarakat dan Alhamdulillah Masyarakat pun perlahan – lahan mulai membubarkan diri,” pungkasnya.