Beranda Lawang Kidul Serka Juandri Sulap Kebun Karet Jadi Taman Wisata

Serka Juandri Sulap Kebun Karet Jadi Taman Wisata

320
0
Laporan Hafiz
 

Muaraenim News, LAWANGKIDUL – Serka Juandri (44)  seirang petani karet di Desa Darmo Kampung 5, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, menyulap kebun karetnya menjadi taman cantik, taman ini dibernya nama taman payung.

Juandri yang merupakan anggota Koramil 05 Tanjungenim ini menceritakan, munculnya ide kreatifnya ini kepada Muaranim News, Minggu (9/2/020), awalnya terbentuknya taman payung ini, saat dirinya membersihkan kebunnya.
 
“Rencana wisata Taman payung Ini pertama kali terfikir saat  saya membersihan kebun ini, meski hasil Karet ini produktif, tapi dengan harga yang jauh menurun jadi saya punya ide jadikan tempat wisata. Selanjutnya saya mengumpulkan barang bekas seperti roda motor, roda mobil  yang saya minta di bengkel, kemudian saya chat bersama keluarga adik beradik termasuk gotong royong keluarga, mulai dari ngecat pohon karet, warna warni,” ujar Juandri.
 
TONTON  VIDEO LENGKAPNYA : 
 

Pasilitas yang tersedia di taman ini, ada tempat duduk nyaman, tempat-tempat foto silvie, ayunan, hamowk, owut bond, water boom mini, dan tempat bersantai. Tak kalah menariknya puluhan burung merpati jinak memperindah suasana.
 
Hasil kebun karet ini sebelum jadi tempat wisata ini lebih kurang Rp 1,5 juta, Itupun masih harus berbagi degan buruh tani, ditambah harus beli pupuk dan biaya pembersihan serta perawatan penghasilan sangat kurang.
 
“Setelah taman payung ini berjalan hasilnya lumayan dibandingkan dengan masih kebun, pengunjungnya hari biasa rata-rata 100 sampai 200 pengunjung, sementara di hari libur mencapai 1000 pengunjung, dan di tahun baru kemarin mencapai lebih dari 2000 pengunjung,” papar dia.
 
Kalau di kalkulasikan hasil asaat masih menyadap karet kemarin, hasil lebih kurang sekitar Rp 1,5 juta, saat ini menghasilakan uang  di hari biasa Rp 200.000 per hari, apalagi di hari bisa mencapai sampai Rp.700 ribu.
 
“Puncaknya kemarin pas di tahun baru tepat hari H  itu kami selaku pengelola dapat penghasilan lebih kurang sekitar Rp 17 juta, dengan pengunjung lebih kurang sekitar 2.500 orang,” ungkap dia.
 
Kepada pemerintah setempat dirinya mengharapkan pembinaan dan bantuan, untuk mengembangkan taman hiburan rakyat ini.
“Saya selaku pribadi sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah kalau bisa dengan keadaan kami seperti adanya ini, mohon kalau memang ada bantuan tolong dibantu, kami siap untuk melestarikan tempat wisata ini,” punkas dia.