Beranda Muara Enim SEKOLAH MEDIASI DENGAN WALI SISWA KORBAN DUGAAN KEKERASAN OKNUM GURU

SEKOLAH MEDIASI DENGAN WALI SISWA KORBAN DUGAAN KEKERASAN OKNUM GURU

14
0
 DATANGI SEKOLAH – Nampak beberapa wali siswa yang menjadi korban dugaan kekerasan oknum guru, datangi SMA BA.

Muaraenim News,  TANJUNG ENIM – Puluhan wali siswa dan siswa SMK Bukit Asam  Talang Jawa, Tanjung Enim yang  menuntut ketegasan sekolah terhadap oknum guru inisial YA. Yang diduga telah melakukan kekerasan pada siswa, yang jumlahnya sudah puluhan.

Dari pantauan dilapangan, Jumat (13/10). Wali siswa dan siswa yang menjadi korban dugaan kekerasan oknum guru ini masuk dalam satu ruangan untuk melakukan mediasi dengan pihak sekolah. Turut hadir Kepala SMK BA dan juga hadir  dari pihak kepolisian.

Kepala SMK Bukit Asam Desy Yuliati SPd mengatakan, ia meminta maaf tidak bisa berkata banyak dalam masalah ini. Sebab, dalam hasil mediasi tadi, sudah disepakati tidak mengeluarkan permasalahan ini ke publik dan cukup diselesaikan sesuai dengan tuntutan wali siswa tadi.

“Kita melakukan mediasi. Dan, maaf ya pak saya tidak bisa menceritakan masalahnya terlalu dalam. Namun, dalam mediasi tadi sudah diputuske tntutan wali siswa sudah diputuskan,” kata Desi.

Dalam permasalahan ini, pihak sekolah yang berprestasi ini mengundang para wali siswa dan siswa, hanya ingin menyelesaikan pernasalahan untuk melakukan mediasi. Dan, hasil mediasi sudah diputuskan sesuai dengan tuntutan para wali siswa.

“Permintaan dari wali siswa tadilah hasil keputusan mediasi ini pak. Dan hasil itu, akan dibicarakan ke ketua Yakasaba,” tambahnya.

Ditambahkannya, terkait siswa yang mebgalami kekerasan sudah dibawa kerumah sakit dan biaya pengobatan semuanya ditangung oleh pihak sekolah. Dengan ini pihak sekolah bertangung jawab atas kejadian ini.

“Untuk jumlahnya ada 32 siswa, dan yang datang tadi ada sekitar 25 wali siswa beserta siswa,” tuturnya.

“Kedepab kita berharap tidak terjadi lagi, sebab sebagai guru tidak boleh seperti itu. Kedispilinan mentaati aturan baik siswa dan guru akan ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Selain itu, salah satu orang tua wali yang tidak menyebutkan namanya, saat keluar dari rapat mediasi mengatakan, kalau dalam mediasi ini sudah diputuskan bahwa oknum guru tersebut disepakati untuk diberhentikan oleh sekolah sebagai guru.

“Kesepakatannya guru tersebut diberhentikan,” cetusnya sambil berjalan keluar SMK Bukit Asam.

Sementara itu, Ketua Yakasaba Drs M Hatta MBA melalui Sekretaris Yakasaba Amiruddin bagi pihaknya kejadian ini merupakan musibah. Sebab, siapa pun tidak menginginkan terjadi hal seperti ini. Dan, ini dapat terjadi yang pertama dan yang terkahir di SMK Bukit Asam.

“Jadi, keputusannya yang terjelek, ya kita sangat terpaksa dia mengundurkan diri,” cetusnya.

Penulis   : Rudiansyah
Editor     : Hafiz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here