Beranda Semende Proyek Siluman  Irigasi ini di Dikerjakan Asal-Asalan

Proyek Siluman  Irigasi ini di Dikerjakan Asal-Asalan

137
0

 

Laporan Andi

Muaraenim News, SEMENDE – Pengerjaaan proyek yang asal-asalan masih menjadi hal yang menggiurkan bagi segelintir oknum kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), pejabat pembuat komitmen (PPK) kontraktor dan konsultan pengawas demi “MENILAP” uang rakyat kekantong pribadi. Pembangunan jaringan Irigasi yang berlokasi di Desa Tanjung Agung Semendo Darat Ulu,Kabupaten Muara enim contohnya, pembangunan D.I di tidak memasang papan nama kegiatan di duga sengaja di lakukan oleh oknum kontraktor untuk mengelabui masyarakat, demi meraup keuntungan yang sebesar – besarnya dengan bekerja tidak sesuai spek dan be stek.

Pengamatan awak media di lapangan Selase (28/10/2019) menunjukkan proyek peningkatan jaringan irigasi yang dikerjakan oleh kontraktor dikawasan desa Tanjung agung ini, tanpa memperdulikan mutu dan plang proyek.

Proyek tersebut diduga dikerjakan “asal jadi” tanpa memperdulikan standar mutu dan ketahanan proyek. Pada struktur bangunan irigasi diduga bangunan jaringan irigasi tidak sesuai dengan spek gambar bangunan dan tidak sesuai dengan anggaran biaya

Patut diduga telah terjadi “Kongkalikong” antara KPA,PPTK,PPK, kontraktor dan kosultan pengawas lapangan, seolah bekerjasama menilap uang rakyat

Salah satu masyarakat sekitar desa Tanjung Agung. HT enisial yang ringan di sebutkan namanya kepada wartawan,selase (28/10/2019) mengungkapkan kegiatan pembangunan irigasi Ini terkesan menutupi dari pengawasan masyarakat dan pihak kontrol sosial Lainnnya,” ungkapnya.

Lanjut ht(42) meski terlihat simpel namun sangat berpengaruh Pada struktur bangunan,

Pasalnya jika tidak tahu perusahaan apa yang mengerjakan dan dari mana, serta berapa biayanya masyarakat akan sulit mengontrol pelaksanaannya
mulai dari pembangunan hingga hampir selesai masih belum mempunyai plang proyek hal ini yang menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan teka-teki kepada masyarakat tuturnya.

Pengakuan Ht kegiatan irigasi ini yang tidak memasang papan nama dan terkesan nenyembunyikan Pekerjaannya dari pengawasan masyarakat
Meskipun aturan mewajibkan Pelaksana Kegiatan memajang papan nama kegiatan

Pengawas jarang turun kelapangan kalau hal ini benar terjadi, mutu dan kualitas proyek di Desa Tanjung Agung perlu dipertanyakan

“Sementara kontraktor memperoleh keuntungan yang berlipat tetapi ketahanan pembangunan tidak akan bertahan lama,” tegas HT

Kekecewaan masyarakat dengan Proyek-proyek yang ada di desa tersebut karena melanggar UU yang berlaku

ia Juga menyesalkan kepada pihak yang tidak terbuka kepada masyarakat tentang pembangunan irigasi itu, sehingga pengerjaan proyek tersebut dapat diduga dibangun asal Jadi, untuk meraih keuntungan pihak-pihak terkait

Disamping itu pengerjaan proyek pembangunan irigasi tersebut sudah sangat menyalahi UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Perpres nomor 70 tahun 2012 tentang Pemasangan papan plang proyek wajib dan keppres nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan Jasa cetusnya

Ht menambahkan bahwa ini juga bertentangan dengan Perpres No 54/2010 dan Perpres No 70/2012 tentang pengadaan barang dan jasa yang mewajibkan tiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara harus memasang papan nama proyek terangnya

“Untuk itu saya akan sampaikan ini kepada ketua DPC LSM di Muara enim agar secepatnya akan menyurati pihak yang berwajib serta Instansi terkait meminta untuk turun kelapangan melakukan pengecekan ulang terhadap apa yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor,” terang Ht.

Khususnya pembangunan irigasi di desa Tanjung Agung yang diduga pembangunan dikerjakan asal jadi yang telah merugikan keuangan daerah pintanya.