Beranda Semende Proyek dikerjakan Asal Jadi Petani Minta Penegak Hukum Turun Lapangan

Proyek dikerjakan Asal Jadi Petani Minta Penegak Hukum Turun Lapangan

260
0

BATU KALIPengerjaan proyek jalan setapak dengan anggaran yang di kucurkan oleh Dinas Pertanian tahun 2019  ke Desa Kotaagung, Kecamatan Semende Darat  Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, bukannya memakai batu koral malah memakai batu kali. Foto/MN/Alamsyah.

 

Laporan Alamsyah

Muaraenim News, MUARAENIM – Pengerjaan proyek jalan setapak dengan anggaran yang di kucurkan oleh Dinas Pertanian tahun 2019  ke Desa Kotaagung, Kecamatan Semende Darat  Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh pihak kontraktor. Betapa tidak secara kasat mata banyak kejanggalan pengerjaan proyek tersebut. Kecewa dengan kerja ini petani setempat meminta penegak hukum baik jaksa maupun kepolisian turun ke lapangan.

Berdasarkan penelusuran media ini di lapangan, Minggu (3/11/2019), pembangunan jalan ini seharusnya memiliki ketebalan 15 cm, panjang 300 m dan lebar 120 cm justru sama sekali berbeda dengan hasil temuan  di lapangan, dan pengerjaanya yang seharusnya di cor justru hanya menabur batu dan di timbun  dengan adukan semen saja.

“Bangun ini tidak dikerjakan secara transparan, terbukti papan merk tidak terpasang di lokasi bangunan. Selain itu  kami mempertanyakan sistem pengerjaanya yang menaburkan batu mangga kemudian di timbun dengan adukan semen, selain dari itu juga pembangunan untuk jalan tersebut sudah pernah dikerjakan namun telah hancur,” Kata Misran salah satu petani di wailayah itu.

Misran menambahkan, diduga ada pihak  terkait yang bertujuan meraup keuntungan lebih besar, sangat disayangkan proyek pembangunan yang dikucurkan oleh Dinas Pertanian yang bertujuan dapat meningkatkan hasil pertanian dan dapat mensejahterakan masyarakat yang dikerjakan secara benar benar dijadikan ladang untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kami mohon kepada pihak terkait, sesegera mungkin turun lapangan, beri efek jera kepada kontraktor nakal, termasuk ppk dan pengawasnya, karena di duga bangunan ini kurang pengawasan,” ungkap dia

Sementara itu pihak kontraktor An mengatakan kalau pengerjaan jalan setapak tersebut sudah dikerjakan sesuai aturan. “Pengerjaan tersebut sudah sesuai dengan RAB, “ujarnya”

Petani meminta kepada penegak hukum, untuk turun ke lapangan supaya para kontraktor nakal dan ppk serta pengawas proyek ini mendapat efek jera, supaya tidak merusak daerah ini.