BerandaMuara EnimPLTU Sumsel 8 Kangkangi Surat Keputusan Bersama, TKA Terus Berdatangan

PLTU Sumsel 8 Kangkangi Surat Keputusan Bersama, TKA Terus Berdatangan

939
0
 
Laporan Januarto
 
Muaraenim News, TANJUNGAGUNG – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Sumsel 8 kangkangi Surat Keputusan  Bersama (SKP) pada tanggal 20 Maret 2020 lalu, dimana Plt Bupati H Juarsah SH, di dampingi Sekda H Hasanudin, Kapolres AKBP  Donni Eka Syaputra, Kasdim 0404/Muara Enim Mayor Inf Sugeng, dengan di hadiri pejabat Forkopimda Muara Enim, Pejabat Muspida.
 
Dalam rapat tersebut berhasil di putuskan  point yang cukup krusial yakni Melarang TKA untuk keluar masuk kabupaten Muara Enim di tengah pandemi Covid 19.
 
Namun kenyataan nya pada hari ini menurut salah satu mantan pekeja di PLTU Sumsel 8 tinisial J mengatakan, sampai beberpa hari lalu perusahaan ini tetap terjadi masuk nya TKA yang di datangkan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari oleh pihak perusahaan.
 
Berdasarjan informasi yang di dapat pada tanggal 16/7/2020 sekitar pukul 20:30 wib, telah masuknya TKA ke PLTU Sumsel 8 dengan di bawah menggunakan 3 kendaraan Minibus berjenis Kijang Inovvan kurang lebih berjumlah 20 orang untuk di pekerjakan di PT.GPEC
 
Tidak sampai di situ saja baru-baru ini pada tanggal 30/7/20 sekitar pukul 22:30 Wib telah masuk kembali TKA dengan menggunakan mobil minibus sebanyak 5 minibus kurang lebih 30 orang untuk di pekerjakan di PT.ZTPI.
 
“Parahnya lagi Kamis (6/8/2020), sekitar pukul 02.00 wib, TKA kembali di datangkan dan masuk ke perusahaan  PT Indopodong dan PT ZTPI,” ungkap J.
 
Sangat aneh ditengah aturan perusahaan  menerapkan Lockdown buat tenaga lokal, namun mereka terus mendatangkan pekerja asing.
 
Sementara Hafiz salah pemuda Muara Enim mengatakan, dengan kondisi saat ini TKA sangatlah harus menjadi perhatian khusus oleh pihak yang terkait dimana ini adalah permasalahan yang sangat serius harus di selesaikan, sedangkan pribumi sangat sulit untuk mendapat kan hak mereka untuk bekerja.
 
“Kalau kondisi ini terus terjadi, kami selaku pemuda peduli Muara Enim, akan bergerak sendiri, apabila tidak di tindak lanjuti,” ujar Hafiz.
 
Sementara itu pihak perusahaan sejauh ini belum bisa di hubungi.