Beranda Lawang Kidul Peringatan Gerakan Nasional  K3 PT BA Adakan Kegiatan Donor Darah

Peringatan Gerakan Nasional  K3 PT BA Adakan Kegiatan Donor Darah

119
0

 

Laporan  : Rudi yansyah.

Muaraenim News. Tanjung Enim, LAWANG KIDUL  — Peringatan Gerakan Nasional  hari bulan  keselamatan dan kesehatan kerja  K 3  PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim ditandai dengan upacara dan Donor darah yang dilaksanakan di halaman.kantor PT Bukit Asam Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim  pagi tadi (16/1/20)

bertindak selaku pembina upacara direktur Utama PT Bukit Asam Tbk  Arviyan Arifin di ikuti seluruh peserta upacara.

Dalam Ananatnya membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja RI , Arviyan mengatakan keselamatan dan kesehatan kerja menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang makin kompleks. Karenanya diperlukan strategi pengendalian yang lebih efektif, efisien, dan inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Untuk itu, diminta semua pihak dapat melakukan upaya konkret terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing agar budaya K3 benar-benar terwujud di seluruh Tanah Air.

“Kita perlu melakukan lompatan dan terobosan dengan inovasi-inovasi baru, agar pelaksanaan K3 dapat terus diperkuat di tengah gerak perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat,” urai Arviyan.

Dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat, untuk terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya K3. Menurutnya, persoalan K3 hendaknya tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja.

“Jangan sampai problem K3 baru mendapat perhatian saat korban berjatuhan. Jangan sampai kita baru peduli soal K3 ketika ada gugatan dari masyarakat atau keluarga korban,” kata Arvyan

Selanjutnya dikatakan pula, telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja di 2018, dan sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus. “Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26.40 persen,” katanya.

Meski demikian,  tantangan serius yang dihadapi yakni sebanyak 57,5 persen dari 126,51 juta total penduduk bekerja berpendidikan rendah. “Ini berpotensi menyebabkan rendahnya kesadaran pentingnya perilaku selamat dalam bekerja,” katanya.

Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan  ketenagakerjaan (IPK).

“Soal nyawa dan kesehatan manusia serta keselamatan adalah yang utama. Karena uang bisa dicari, karier bisa dikejar, namun keselamatan dan kesehatan sama sekali tak tergantikan.

Untuk itulah maka K3 harus terus kita promosikan sebagai bagian penting dalam perlindungan tenaga kerja,” ucapnya.

K3 bukan hanya tanggung jawab para pengusaha dan pemerintah pusat. namun , serikat pekerja/buruh juga wajib memberi perhatian dan mendorong agar K3 dapat dijalankan secara efektif. pungkasnya.