Beranda MuaraEnim Pemilik Akun MN, Sampaikan Permintaan Maaf Ke Warga Net, Ini Tanggapan PGRI

Pemilik Akun MN, Sampaikan Permintaan Maaf Ke Warga Net, Ini Tanggapan PGRI

522
0

 

Laporan Abdul Rahman

Muaraenim News, MUARAENIM — Setelah viral dan diterbitkan sejumlah media online pemilik akun Facebook Metharia Nyonyafevi menyampaikan permohonan maafnya ke warga net dan seluruh guru melalui video yang diunggahnya di akun yang sama, Minggu (26/7/2020).

Dalam unggahannya pada video berdurasi 1,29 menit ini menyampaikan permohonan maafnya atas postingannya di akun medsos yang mengatas namakan istrinya dan dia menyatakan bahwa akun tersebut bukanlah akun istrinya melainkan akun dirinya (red suami pemilik akun).

“Saya atas nama akun Metharia Nyonyafevi menerangkan bahwa akun tersebut bukan milik istri saya melainkan akun tersebut adalah akun saya. Dan saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya pada seluruh masyrakat, warga net, dan PGRI, serta tentunya pada guru diseluruh Imdonesia atas postingan saya tersebut,”ungkap suami pemilik akun medsos MN dalam postingannya.

Terkait permohonan maafnya tersebut Pengurus PGRI Kabupaten Muara Enim melalui Plt. Ketua Jumran, SH menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mengadakan Rapar bersama pengurus cabang PGRI Senin (27/7/2020) esok pagi di Mess PGRI Muara Enim guna mengambil sikap atas postingan akun MN tersebut.

“Kenapa mengatas namakan suaminya ? Itukan akun pribadinya dan kita tetap akan mengambil sikap esok pagi dan masalah ini tidak semuda itu untuk menaafkan, karena kami disini berdiri atas nama seluruh guru se-Indonesia yang sudah tersakiti oleh postingan tersebut. Maka itu Kita minta yang bersangkutan hadir ke Mess PGRI kalau benar-benar minta maaf dan dinyatakan dalam bentuk siaran pers,”tegas Jumran.

Senada dengan Jumran Sekertaris PGRI Heri Candra menegaskan bahwa secara pribadi dirinya sudah memaafkan si pemilik akun dengan adanya etkat baik tersebut didalam mengakui kekhilafannya. Namun secara organisasi dan guru secara umum semua itu harus diserahkan pada seluruh anggota PGRI.

“Bijaksana tentunya menerima permintaan maaf yang dimaksud, PGRI akan menentukan sikap insya Allah besok pagi Senin 27 Juli 2020 kita rapat untuk memusyawarahkan untuk menentukan sikap terhadap persoalan ini,” terangnya.

Sementara itu Ipan Darmanto kepala sekolah sekaligus guru Mapel IPA di SMPN 1 Ujanmas menegaskan bahwa permintaan maaf itu mudah untuk dimaafkan dan diterima. Namun hukum tetap harus ditegakan karena ini sudah menyakiti perasaan para guru.

“Kalu permintaan maaf In Syaa Allah bisa diterimo tapi proses hukum harus tetap berlanjut sebagai efek jera dan juga pembelajaran bagi kita untuk berhati-hati dalam menyampaikan opini ataupun pendapat dan jangan mudah menghina, melecehkan atau menyebarkan fitnah serta ujaran kebencian kepada Institusi atau profesi tertentu. Dan tentunya juga demi tegaknya hukum di republik ini,”pungkasnya