Beranda Muara Enim PASANG REKLAME DI POHON LANGGAR ATURAN

PASANG REKLAME DI POHON LANGGAR ATURAN

6
0



– Pemkab Terkesan Membiarkan 

Muaraenim News, CURUP – Promosi salah satu upaya untuk membuat suksesnya suatu kegiatan, promosi dapat dilakukan melalui iklan berbayar ataupun gratisan, melalui pemasangan spanduk, baleho atau reklame ditempat terbuka hingga dapat diketahui halayak ramai.

Namun hal tersebutpun haruslah sesuai ketentuan dan tidak melanggar aturan, salah satunya adalah tidak memasang iklan atau reklame dilokasi fasilitas pemerintah, fasilitas umum hingga ke pohon-pohon dipinggiran jalan yang merupakan paru-paru kota. Pemasangan reklame atau iklan dipohon menurut Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Rejang Lebong Afni Sardi adalah sebuah pelanggaran.

Menurut Afini Sardi pemasangan reklame ataupun media iklan lainnya dengan cara dipaku pada batang pohon menyalahi aturan. Ketentuan tersebut diatur di dalam Peraturan Bupati Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Reklame.”Silahkan saja memasang iklan reklame atau pemberitahuan apapun ditempat terbuka namun jangan merusak, dan kalau ada yang memasang iklan atau reklame atau lainnya di pohon dengan cara dipaku itu jelas melanggar Perbup nomor 8 tahun 2016, dan itu sebuah pelanggaran,”ungkap Afni Sardi.

Lebih jauh menurut Afni Sardi, apapun dalih dan alasannya, jika memasang iklan dengan cara memaku pohon jelas akan merusak kelangsungan hidup pohon tersebut, dimana pada bagian pohon yang dipaku akan mengalami kerusakan bahkan bisa bedampak pada matinya pohon.”Tidak dibenarkan, selain merusak keindahan kota, juga akan berdampak bagi pohon, bagian pohon yang dipaku akan luka atau rusak, kemudian bisa mengakibatkan pohonnya mati,”sampai Afni Sardi beberapa waktu lalu.

Sayangnya meski sudah dipastikan melanggar peraturan (Perbup) namun tidak ada langkah kongkrit yang diambil pemerintah kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong melalui OPD terkait terkait masih banyaknya iklan umum dan komersil yang dipasang gratisan dipohon-pohon yang ada diwilayah kota Curup, termasuk difasilitas milik pemerintah. Kondisi tersebut kemudian membuat masyarakat beranggapan pemerintah terkesan membiarkan.”Kalau sudah jelas melanggar aturan kenapa tidak ada yang menertibkan, kok kesaannya malah dibiarkan, lihat saat sekarang masih banyak iklan yang dipasang dipohon-pohon, ada juga di lampu merah malah, tapi tidak ada yang menertibkannya,”ujar Mahmud (27) warga Talang Rimbo Lama.

Dicontohkan Mahmud, iklan komersil dan berbau eksploitasi hewan pernah muncul dipohon dijalan Kartini Curup, kemudian pernah terpasang di lampu merah simpang Iskandar Ong, belum lagi banyak terpasang dipohon pinggir jalan dikawasan Selupu Rejang yang hingga saat ini seperti masih dibiarkan.”Bisa dibuktikan dan dilihat langsung, sekarang masih ada terpasang, ini belum ada yang menertibkannya,”ujar mahasiswa yang juga aktif di kegiatanb lingkungan ini.

Penulis : Agus
Editor   : Hafiz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here