Beranda Semende Masyarakat Siring Agung Pertanyakan Proyek Air Bersih

Masyarakat Siring Agung Pertanyakan Proyek Air Bersih

192
0

 

Laporan Alamsyah

Muaraenim News, SEMENDE – Masyarakat Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim,  mengeluhkan saluran air bersih dari Peroyek pembangunan PAM SIMAS  tahun 2019 di desa ini, betapa tidak, sebelum hadirnya proyek baru ini masyarakat dapat menikmati aliran air cukup maksimal dari bangunan lama.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun di lapangan menyebutkan, bahwa sebelum adanya proyek yang baru ini, sudah ada bangunan saluran air bersih tahun 2016 lalu, aliran airnya cukup lancar. Namun setelah di hancurkan dibangun kembali proyek air bersih ini, sayangnya bangunan baru ini bukannya meningkatkan hasil yang lancar, namun malah debit air yang di hasilkan tidak maksimal.

“Pembangunan saluran air bersih tahun anggaran 2016, berlangsung tertib dan bermanfaat, namun setelah keluarnya anggaran 2019 justru berbalik 180°, dikarnakan bangunan anggaran 2016 telah di hancurkan yang dalihnya akan di ganti yang baru, namun setelah terialisasi anggaran PAM SIMAS tahun 2019, justru tidak sampai 50% masyarakat menikmati air bersih tersebut, dikarnakan masyarakat di bebani iuran Rp2500/bulan, masyarakat terasah berat dengan iuran itu “ujur KS, salah satu warga setempat kepada muaraenimnews.com, Jumat (11/10/2019)

KS menambahkan, proyek ini di duga sangat merugikan masyarakat dikarnakan ada beberapa masayarakat yang komplin, pembangunan yang seharusnya dapat mensejahterakan masarakat justru membebani masayarakat.

“Parahnya lagi, kami juga di pungut iuran, padahal iar juga tidak kami dapatkan secara maksimal,” pungkas dia.

Terkait masalah ini saat dikonfirmasi dengan Kepala Desa Siring Agung, Nur Komala dia mengatakan, bangunan PAM SIMAS tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan RAB nya, sementara masalah iuran yg diminta kepada masyarakat yaitu untuk membayar sewa lahan pemilik mata air.

“Ini proyek tahun 2019 dengan anggaran senilai Rp 200 juta,” punkas Komala