Masyarakat Muara Enim Hendaki Pemimpin Yang Definitif

Laporan Zulkarnain fholta

 

Muaraenimnews.com, MUARAENIM– setelah ditetapkan nya Ahmad Usmarwi Kaffah sebagai pemenang pada pemilihan wakil bupati (Pilwabup) Muara Enim yang diselenggarakan oleh Panitia Khusus (Pansus) Panitia Pemilihan yang dibentuk oleh anggota DPRD Muara Enim, Selasa (6/9) kemarin, tibul pro dan kontra, salah satunya muncul dari ormas Projo yang melaporkan penyelenggaraan Pilwabup di kabupaten Muara Enim ke presiden.

 

Diketahui pada paripurna ke 18 dengan agenda pengesahan dan pengusulan ke Mendagri yang akan disampaikan oleh panitia pemilihan, mengusulkan nama Ahmad Usmarwi Kaffah yang mengungguli M Yudistira Saputra.

 

Pada penyelenggaraan Pilwabup ini Projo menilai adanya aturan yang dilanggar terkait Pilwabup yang baru diselenggarakan ini, salah satu tokoh pemuda Muara Enim, Ludi Juliansyah SP menyayangkan langkah yang diambil oleh DPC Projo Muara Enim untuk melaporkan penyelenggaraan Pilwabup ke Presiden.

 

Dirinya beranggapan, langkah yang diambil oleh Projo ini menunjukan sikap arogan dalam berpolitik, Dikatakan Ludi, hal ini harusnya tidak menggunakan atau membawa-bawa label Jokowi.

 

“Masyarakat Muara Enim hanya menghendaki pemimpin defenitif tidak lebih,  perlu diketahui bahwa penyelenggaraan Pilwabup ini sudah direstui Mendagri,” ujarnya.

 

Proses demokrasi sudah berjalan kata dia, masyarakat Muara Enim layak mendapatkan haknya untuk dipimpin oleh pemimpin defenitif, “Saya pikir, mereka yang tidak setuju adalah segelintir orang yang memiliki kepentingan terselubung,” tegasnya.

 

Ludi menambahkan, biarkan demokrasi ini berjalan dijalurnya, harusnya semua pihak lebih bijak menyikapi upaya yang sudah dilakukan oleh anggota DPRD untuk menyelenggarakan Pilwabup ini, “Kita tunggu sampai pesta demokrasi ini berbuah manis untuk rakyat Muara Enim, semua bersama panggungnya masing-masing, jangan arogan,” pungkasnya.

Show More
Back to top button