BerandaMuaraEnimLimbah Arang Semakin Pekat Cemari Aliran Sungai

Limbah Arang Semakin Pekat Cemari Aliran Sungai

120
0

Laporan Mukhlisin

Muaraenim News, MUARAENIM – Air Sungai Tebu desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim kembali hitam dan berminyak diduga akibat dari salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Dari pantauan wartawan Sungai ini nampak begitu hitam dan berminyak, dan seperti nya sudah tidak layak dipakai untuk kehidupan sehari-hari.

Permasalahan ini sebetulnya sudah terjadi beberapa waktu lalu, dan sudah diketahui oleh Pemerintah desa, serta beberapa pihak terkait yang ada di Kabupaten Muara Enim.

Selamat (70) salah satu warga setempat mengatakan, “Sungai ini dulunya bersih dan jernih, bisa buat mandi dan mencuci bahkan untuk di konsumsi, tapi sekarang sudah kayak gini, jangan kan air sungai, sumur pun sudah tidak layak lagi untuk kami pakai mandi, di karenakan sudah bau, hitam, dan berminyak,” Katanya Senin (18/01/2020).

Kepada salah satu perusahaan itu dan kepada pihak, Pemdes serta dinas tekait Selamat berharap agar permasalahan ini segera di tindak lanjuti.

Terkait permasalahan ini, Edi Wansri, kepala desa Muara Lawai mengatakan “kami baru saja di panggil oleh Camat Muara Enim, bapak Aserli, untuk menyikapi, hasil pertemuan minggu lalu, dengan salah satu perusahaan yang diduga mencemari lingkungan ini, serta pihak DLH. Akan tetapi dari keterangan pak camat, pihak DLH belum memberi tahu ke pihak kecamatan, terkait persoalan ini,” Katanya.

Dirinya berharap kepada warga untuk bersabar, dan mengadakan musyawarah terkait hal ini, “Kami berharap kepada masyarakat yang terkena dampak limbah, untuk bersabar kita bermusyawarah dahulu, khususnya RT,4 dusun 3, dan kami berharap kepada anggota DPRD, Muara Enim, BUPATI, untuk Menindak lanjuti permasalah limbah yang Berada di desa kami ini,” Imbuhnya.

Sementara itu Camat Muara Enim saat di konfirmasi melalui via telephon, ke no 08127302xxxx, mengatakan, pihaknya belum mendapat keterangan dari pihak DLH, atau Perusahaan.

“Saat ini kita belum mendapat keterangan dari DLH maupun perusahaan, namu saya sudah menyampaikan kepada kades Muara Lawai, pihak kecamatan akan memanggil pihak perusahaan, yang terkait serta warga yang terdampak limbah,”Terangnya.