Jalan Becek Picu Warga Terjatuh, Eka Octha Reza Turun Langsung Bersihkan Lokasi Proyek Perpustakaan

Laporan: Hafiz
Muaraenim News, MUARA ENIM — Hujan tipis yang turun Selasa pagi tak mampu meredam keresahan warga Jalan Cuk Nyak Dien, Muara Enim. Badan jalan yang berubah menjadi lumpur licin akibat aktivitas pengangkutan material proyek lanjutan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim membuat pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, harus ekstra hati-hati. Beberapa bahkan dilaporkan sempat tergelincir.
Keluhan warga yang merasa keselamatannya terancam itu cepat sampai ke telinga Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Eka Octha Reza, SH, MH, M.Kn. Tak menunggu lama, Eka langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan pihak terkait, lalu turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek.
Di tengah genangan lumpur dan aktivitas alat berat, Eka terlihat berdiri di badan jalan, menyapa warga sekaligus memberi instruksi tegas kepada pihak pelaksana proyek. Ia meminta agar kondisi jalan segera dibersihkan demi keselamatan pengguna jalan.
Tak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Air disemprotkan ke badan jalan untuk membersihkan tanah dan lumpur yang menempel, sementara warga sekitar tampak lega melihat upaya cepat tersebut.
“Sebagai wakil rakyat, saya tidak bisa tinggal diam ketika ada laporan masyarakat yang menyangkut keselamatan. Saya langsung memanggil pihak Dinas PUPR dan kontraktor agar badan jalan ini segera dibersihkan,” ujar Eka di sela sidak, Selasa (30/12/2025).
Ia juga menegaskan agar kendaraan pengangkut material proyek wajib dibersihkan terlebih dahulu sebelum keluar masuk ke jalan umum. Bahkan, Eka meminta agar alat penyemprot air selalu disiagakan di lokasi proyek untuk mengantisipasi tumpahan material tanah.
“Kita tidak menghambat pembangunan, tapi keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sementara itu, Alexander Ardian, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim, mengakui adanya dampak lingkungan dari aktivitas proyek tersebut. Ia memastikan pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah menerima arahan.
“Kami langsung membersihkan lokasi dengan bantuan Damkar. Dalam setiap proyek memang ada dampak, tapi itu bukan alasan untuk mengabaikan kebersihan dan keselamatan lingkungan,” katanya.
Alexander menambahkan, pihak kontraktor telah diperintahkan untuk lebih disiplin menjaga kebersihan, termasuk menyiagakan peralatan pembersih badan jalan selama pekerjaan berlangsung.
Langkah cepat ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar, yang berharap pengawasan ketat terus dilakukan agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.







