Beranda Lawang Kidul Itzona Bercita-cita Kurangi Pengangguran di Tanjung Enim

Itzona Bercita-cita Kurangi Pengangguran di Tanjung Enim

297
0

 

Laporan : Rudi yansyah

Muaraenim News. TANJUNG ENIM. LAWANG KIDUL  – Bermodal tekad kerja keras untuk membuktikan pada diri sendiri dan orang lain. Itzona (28) terjun mendirikan usaha pengemasan kopi Semendo yang dilakukan dirumahnya Dusun Tanjung Kecamatan Lawang Kidul. Usaha rumahan tersebut diberi merk dagang ‘Cap Bukit Asam’ setelah sejak tahun 2017 bergabung menjadi mitra binaan CSR PT Bukit Asam.

Itzona mengungkapkan, berawal melihat di lingkungannya banyak pemuda usia produktif, namun tidak memiliki pekerjaan alias mengganggur. Dia sebagai pemuda dusun Tanjung tidak ingin hanya sebagai penonton di lumbung padi sendiri. Dimana, pembangunan di Tanjung Enim semakin pesat, karena dampak perusahaan tambang batubara.

“Awalnya saya ingin membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya untuk teman-teman sepergaulan di dusun Tanjung Enim yang membutuhkan,”ungkap pria kelahiran Tanjung Enim 29 Maret 1991 kepada Media , rabu (15/1/2020).

Bangunan gedung tinggi perusahaan BUMN yang ada tak jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Menantang Itzona untuk melahirkan krearivitas, apalagi perusahaan plat merah itu tengah mendengung-dengungkan menjadikan Tanjung Enim sebagai kota Wisata. Alumni S1 jurusan Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang tahun 2014 ini membulatkan tekadnya mencari peluang usaha di tanah kelahiran sendiri.

Sebelum menekuni bisnis pengemasan kopi Semendo, dia sudah mempunyai usaha loket pembayaran online di tempat tinggalnya. Tahun 2017 lalu bergabung di Mitra Binaan CSR dinaungi melalui Rumah Kreatif Bukit Asam (RKB) Tanjung Enim. Lalu dia dipercaya melakukan pengelolaan pengemasan kopi Cap Bukit Asam, dimana saat itu untuk memenuhi permintaan perusahaan. Sebelum produksinya ditingkatkan untuk dipasarkan secara bebas hingga keluar daerah seperti saat ini.

“Saat itu pengemasan kopi mulai dari ukuran 250 gr, 500 gr, hingga sampai 1 kilogram. Kita mendapat bantuan mesin pengemasan kopi, modal usaha, dan dibantu pemasaran dari RKB,”ungkap Itzona.

Saat ini, kopi Cap Bukit Asam sudah sejajar dengan kopi-kopi lainnya yang ada di pasar modern market. Bahwa berkat perjuangan, dan bantuan CSR Bukit Asam juga, kopi Cap Bukit Asam itu masuk toko retail terbesar di Indonesia yakni Indomaret. Namun wilayah penjualannya masih sebatas dalam Kecamatan Lawang Kidul. Kedepan, pihaknya akan terus berusaha supaya bisa dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai keluar negeri.

“Obsesi dalam waktu dekat yakni bisa mengekspor kopi Semendo ke luar negeri. Serta menjadikan produk ini setara dengan produk kopi lain yang ada di indonesia,”tutup Itzona.