Beranda Semende Ini Jawaban Manager PLN ULP Muaraenim Terkait Robohnya Dua Tiang Listrik

Ini Jawaban Manager PLN ULP Muaraenim Terkait Robohnya Dua Tiang Listrik

255
0
Budi Manager PLN ULP Muaraenim (Foto : MN / Ist)
 
Laporan Hafiz
 
Muaraenim News, MUARAENIM – Terkait robohnya dua tiang  listrik  di Talangtabur, Desa Pajarbulan, Kecamatan Semende darat ulu ( SDU), Kabupaten Muaraenim, Minggu (9/2/2020) sekitar pukul 16.30 wib soreh tadi, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Muaraenim Budi memberikan keterangan.
 
“Untuk saat ini masih kami fokuskan evakuasi tiang dari jalan bersama warga sekitar, supaya lalu lintas tidak terhambat, sembari menunggu bantuan personil dan mobil crane untuk menegakkan kembali tiang tersebut, hal ini sudah kita koordinasikan dengan kades setempat” Kata Budi di hubungi via telpon genggamnya malam ini.
 
Meski demikian dirinya tidak bisa memastikan kedatangan mobil crane itu tiba malam ini, karena sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan PLN wilayah lahat, sebab alat tersebut kemungkinan masih dipergunakan di tempat lain.
 
“Kita belum bisa memastikan kedatangan mobil crane itu, karena kita masih terus berkoordinasi deng wilayah Lahat, kalau memang malam ini belum bisa datang, harap bersabar, kemungkinan besok tiba di Pajarbulan,” ungkap Budi.
 
Terkait Aliran Listrik, tidak semua wilayah di Semende mati, namun untuk dua Kecamatan SDT dan SDL dipositifkan mati beberapa hari ini sebelum tiang tersebut kembali dapat tegak.
 
“Tidak semua aliran kita putus, untuk dua kecamatan memang aliran terpaksa di putus akibat robohnya tiang listrik itu, yaitu SDU dan SDT, sementara di Kecanatan SDL masih tetap menyala, karena di dekat Polsek Semende kita punya alat pemutus aliran,” pungkas dia.
 
Sementara itu Kades Pajarbulan Herliadi mengatakan, sejauh ini dirinya bersama masyarakat sudah berupaya menyingkirkan tiang listrik dari badan jalan, namun keterbatasan alat yang digunakan, maka baru sepeda motor saja yang dapat melintas.
 
“Kita masih menunggu kedatangan mobli crine untuk menyingkirkan alat tersebut, soreh tadi memang kita bersama masyarakat baru dapat menggeser sedikit saja tiang itu, untuk sepeda motor sudah bisa melintas, sementara mobil belum bisa,” ujar Herli kepada Muaraenim News melaui hend phonnya malam ini.