Beranda MuaraEnim Ini Jawaban BKSDA Terkait Penanganan Harimau

Ini Jawaban BKSDA Terkait Penanganan Harimau

174
0
Martalis Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat
 
Laporan Hafiz
 
Muaraenim News, MUARAENIM – Konflik harimau dengan manusia di Wilayah Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam hingga Kabupaten Muaraenim, kian menjadi-jadi, dua bulan terakhir beberapa korban manusia menjadi santapan binatang buas ini. Sejauh ini semua pihak sudah berupaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk pihak Badan Konserfasi Sumberdaya Alam (Bksda).
 
Bahkan beberapa minggu lalu Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH langsung membentuk tim satgas penanganan konflik manusia dengan harimau ini. 
 
Terkait penaganan masalah ini, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Martalis  di hubungi Muaraenim News, melalui telpon genggamnya, Selasa malam (14/1/2019), memaparkan secara gamblang terkait penanganan sartwa satu ini.
 

“Penanganan konflik satwa harimau dilakukan melalui upaya pemasangan kandang jebak (box trap) pada area yg diduga kuat terdapat aktivitas satwa tersebut,” Tulis Martalis melalui pesan singkat Wats App (WA).

 
Martalis menjelaskan, sejauh ini pemantauan aktivitas dan pergerakan harimau dilakukan dengan pemasangan kamera trap pada luasan tertentu yang diukur dari titik perjumpaan dan jejak terbaru. 
 
“Penanganan konflik harimau bukan dilakukan dengan berburu secara aktif dikarenakan akan tidak efektif mengingat jangkauan luasan jelajah dan satwa tersebut mampu mendeteksi keberadaan manusia dari jarak jauh,” ungkap dia.
 
Martalis menambahkan saat ini telah dilakukan pemasangan 20 kamera trap dan akan dilakukan pemasangan kamera trap lagi untuk menajamkan informasi pergerakan satwa tersebut. Selain itu juga dilakukan pemasangan 3 kandang jebak (box trap).
 
“Kemarin sudah kita lakukan pemasangan di wilayah utara, seperti di Desa Muaradua Kecamatan Semende Darat Laut (Sdl) dan di Desa Padang Bindu Kecamatan Panangenim, namun hasilnya nihil, selanjutnya sudah kita pasang di dekat PGE  dan besok akan kita lihatbhasilnya, dan akan kita pasang lagi di arah selatan karena laporan masyarakatbharimau tersebut sudah nampak di Desa Tanjungagung Kecamatan SDU dan di Desa Muaratenang, Kecamatan SDT,” Papar dia.
 
Sampai hari ini, raja rimba ini kembali menampakkan diri di jalan perkebunan Matang Lau, Desa Tanjungagung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim,  Selasa (14/1/2020), sekitar pukul 8.00 wib.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun wartawan Muaraenim News di lapangan, Andi (30) waarga setempat, pulang dari menembak burung sekitar pukul  08.00, setiba di matang lau dirinya melihat harimau dari jarak kurang lebih 15 meter, spontan dirinya memutar balik sepeda motor yang dia kendarai, selanjutnya dia langsung melaporkan kejadian ini kepada satgas.