Beranda Semende Hendak Membantu Mustadi, Irianto Malah  Ikut di Serang Harimau

Hendak Membantu Mustadi, Irianto Malah  Ikut di Serang Harimau

1136
0

Kondisi korban Mustadi saat di evakuasi pihak kepolisian dan warga dari lokasi kejadian. (Foto!/MN/Ali)

Laporan Ali S – Erwin

Muaraenim News,  SEMENDE –  Irianto (32) warga Desa Pajarbulan, Kecamatan Semende Darat Ulu,  Kabupaten Muaraenim,  yang hendak membantu Mustadi (52), yang diterkam harimau saat berada di Kebun Kopi, Ataran Pedamaran, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat yang berbatasan langsung dengan Desa Rekimai Jaya, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) Kabupaten Muara Enim, malah ikut di kejar harimau yang menerkam.

“Saat itu saya sedang menggiling kopi, di bawah pondok, saya sempat melihat harimau itu dari kejauhan,  dan saya langsung memanggil korban,  untuk segera menjauh ada harimau,  namun belum sempat korban berlari harimau sudah menerkam Mustadi,” Kata Iranto Jumat (13/12/2019) sekira pukul 04.00 wib pagi tadi.

Irian menambahakan,  saat itu dirinya langsung melempar harimau yang sudah menerkam korban dengan sepotong kayu bakar dan harimau itu sempat menjauh, namun baru saja Irian mendekati korban yang sekarat,  harimau itu tiba-tiba muncul dan mengejar dirinya,  beruntung dirinya selamat sampai ke pondok dan menutup pintu.

“Melihat korban diterkam dan bergulat dengan harimau,  spontan saja melempar harimau itu dengan kayu bakar yang berada di dekat saya, harimau itu menjauh,  namun saat saya baru mendekat ke korban,  tiba-tiba harimau itu malah menyerang saya,  untung masih sempat terlihat, sehinga saya spontan berlarian menuju pondok, saya sempat di kejar harimau itu,” ulas Irianto. 

Sesampainya di pondok Irianto memukul-mukul atap yang terbuat dari seng sambil berteriak minta tolong,  dengan harapan harimau itu berlari dari tubuh korban. “Samoai di pondok langsung saya kunci,  dan saya pukul atap seng sambil berteriak minta tolong,” ungkap dia. 

Setelah itu Irian menelpon warga yang berada Desa Rekimai, sementara dirinya masih mengurung diri di pondok menunggu kedatangan warga yang akan mengevakuasi.  “Saya sempat telpon ke Rekimai,” pungkas Irian. 

Irian nengatakan,  peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 wib,  Kamis (13/12/2019) soreh kemarin. 

Evakuasi Korban

Warga yang mendapat informasi tersebut langsung menyampaikan kejadian ini kepada masyarakat setempat, termasuk pihak keluarga yang berada di Desa Pajarbulan,  sekitar pukul 16.30, sementara beberapa warga dan keluarga dari desa Pajarbulan langsung menuju lokasi, sekitar pukul 17.40 wib. 

Kapolres Muaraenim Akbp Afner Juwono SH Sik MH, melalui Kapolsek Semende Akp Fery Firdayanto mengatakan,  warga menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek Semende, sekira pukul 23.00 wib.

“Kita bersama Kanit Bimas  Iptu Awan Setiadi, dan anggita bersama sama dengan warga masyarakat menuju ke Tkp untuk mengavakuasi jasad korban, dan kita berhasil mengevakuasi jasad korban, ” ujar Fery. 

Proses evakuasi harus di tempuh cukup jauh, Jarak dari  Desa Rekimai ke lokasi kejadian, harus di tempuh kurang lebih dua jam perjalanan, sekira pukul 04.00 wib korban berhasil di evakuasi dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Berdasarkan laporan kepolisian, korban mengalami luka sobek pada bagian leher,kaki kiri kanan korban, dan bagian dada korban sebelah kanan, kemudian korban dibawa ke puskesmas pajar bulan untuk dilakukan pemeriksaan intensif,kemudian jenazah korban langsung di bawa oleh pihak keluarga untuk di makamkan di Desa Pajarbulan.

“Tindakan yang telah kita lakukan mendatangi Tkp, Melakukan evakuasi terhadap korban, Mencatat dan memintai keterangan saksi – saksi serta Mendokumentasikan kegiatan dan melakukan visum et refertum,” pungkas Fery.