Beranda Sumsel Gadis Keterbalakangan Mental Hamil 5 Bulan Diluar Nikah, Warga Acam Demo Rumah...

Gadis Keterbalakangan Mental Hamil 5 Bulan Diluar Nikah, Warga Acam Demo Rumah Kepala Desa Rejodadi

351
0

 

Laporan : kando Budi.

MuaraenimNews, OKU TIMUR — Seorang wanita tanpa suami hamil 5 bulan membuat geger masyarakat Desa Rejodadi, Kecamatan Buay Madang Timur (BMT), Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan selasa, (26/03/2019).

Kenanga 24 tahun ( nama samaran) Binti Basroni warga Desa  Rejodadi Kecamatan BMT.Kenanga yang di ketahui warga adalah wanita yang keterbelakangan mental (tidak normal). Yang diduga dihamili oleh Budiono (43) Bin Kamat warga Desa Rejodadi, Kecamatan Buay Madang Timur (BMT), Kabupaten OKU Timur.

Menurut tokoh  pemuda Latif di dampingi tokoh agama Waloyo, Basuki dan Jumirin menerangakan, Budiono  yang tidak lain adalah kakak kandung dari Ibu korban yaitu Ibu Sukarlin (40)  binti Kamat, menurut korban Budiono melakukan pebuatan bejadnya sudah 5 kali dengan tempat yang berbeda, yang pertama kalinya dilakukan pelaku pada saat korban main ke rumah sang nenek dalam keadaan rumah sepi dengan modus,  saat palaku melakukan aksi bejadnya dengan cara menutup mata korban sembari membuka pakaian korban hingga menyetubuhinya, kejadian yang sama kembali terjadi di rumah korban degan dalih minta dibuatkan kopi, hubungan terlarang kembali terjadi, pernah juga di lakukan di kamar mandi rumah korban,terang para tokoh.

 

“Mereka juga menambahkan, agar perlu diketahui oleh masyarakat Kabupaten OKU Timur, bahwa korban termasuk orang keterbelakangan mental alias tidak normal, saat ini korban sudah hamil 5 bulan belum ada pertanggung jawaban dari pelaku, saat dikonfirmasi oleh warga setempat kepada Fendi Saputra selaku Kepala Desa  dan perangkat, hal ini  hanya diabaikan saja terkesan hanya tutup mata dan tutup telinga, seakan – akan ini bukanlah aib, namun dianggap masalah biasa. Karena ini dianggap aib yang serius bagi warga setempat, akhirnya warga Desa Rejodadi sepakat melaporkan masalah ini di Kantor Aliansi Indonrsia OKU Timur yang beralamatkan Jl. Raya Sudirman, Desa Bedilan, Kec. Belitang, Kabupaten OKU Timur dengan nomor pengaduan 0823 7112 1616. Laporan warga langsung diterima oleh Pk Wahyu, Pk Wali dan Tim Aliansi Indonesia OKU Timur pada hari  Jumat 22/03/2019,” Jelas para Tokoh Desa.

 

Saat dikonfirmasi awak media, Kanda Budi Aliansi selaku Ketua Aliansi Indonesia OKU Timur, membenarkan adanya laporan tersebut, setelah laporan itu dirapatkan dengan Tim, akhirnya Kanda Budi Aliansi memutuskan baiknya korban didampingi Ibunya, warga dan Tim Aliansi Indonesia untuk berangkat ke Kantor POLRES OKU Timur untuk minta saran dan petunjuk, setelah itu baru ambil tindakkan tegas, sesuai petunjuk PPA POLRES OKU Timur.

 

Setiba di POLRES  Senin 25/03/2019 Kanit PPA Polres IPDA Nischa, menyarakan dan menyampaikan kasus tidak ada bukti yang menguatkan,  seperti tindak kekerasan seksual, karena hubungan mereka lakukan atas dasar suka sama suka, sehingga sulit untuk menjerat dengan pasal mana, bila nanti sampai naikkan ke Kejaksaan, sehingga PPA POLRES OKU Timur menyarankan, agar masalah  diselesaikan dengan hukum adat dalam artian seluruh aparat desa ,Bhabinkatibmas, Babinsa, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, dan Aliansi Indonesia sebagai penengah untuk membuat kesepakatan sesuai dengan hukum adat kemudian di buat PERDES, saran PPA.

 

Mendengar saran  dan petunjuk tersebut warga yang mendamping korban ke POLRES OKU Timur, pulang dan kembali rapat, akhirnya menemukan kata sepakat untuk melakukan Demo di rumah Kepala Desa, dengan alasan warga sudah berapa kali melaporkan hal ini, namun sampai saat ini Kepala Desa tidak ada tindakkan. Sekarang warga akan usir paksa Budiono dan PA dari Desa Rejodadi karena ini adalah aib yang mencoreng nama baik Desa.

Kanda Budi Aliansi berharap Kepala Desa Rejodadi, Camat, Pihak yang berwajib bisa turun tangan, ambil sikap dan langkah tegas untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

Edithor : Rudi yansyah