Beranda Semende Dua Puluh Lima Hektar Sawah Terancam Tak Bisa Digarap

Dua Puluh Lima Hektar Sawah Terancam Tak Bisa Digarap

155
0

Laporan Jumantri

Muaraenim News, SEMENDE – Sekitar 25 bidang sawah di ataran Paoh Ijang Ulu Desa Segamit Kecamatan SDU Kabupaten Muara Enim tidak bisa digarap karena saluran irigasi putus total dikarenakan mengalami longsor akibat bencana alam tanah longsor dan banjir bandang beberapa bulan yang lalu, menurut pantauan kami saluran irigasi siring yang putus diperkirakan panjang lebih kurang 100 meter dan kedalaman 50 meter.rabu ( 29/07/20)

Ataran sawah irigasi Paoh Ijang Ulu yang mempunyai sumber mata air dari pegunungan Desa Segamit, karena putusnya saluran siring irigasi tersebut dipastikan para petani tidak bisa menggarap sawahnya untuk beberapa bulan ke depan sebelum adanya bantuan dari pemerintah kabupaten Muara Enim atau Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memperbaiki saluran siring irigasi tersebut.

Karman( 45 ) ketua ataran Paoh Ijang Ulu pada saat di lokasi titik awal bencana lonsoran dan bencana banjir bandang beberapa bulan lalu menuturkan

“Akibat curah hujan tinggi beberapa bulan yang lalu terjadila longsor dan banjir bandang dan memutus saluran irigasi ataran sawah paoh ijang ulu ini dan beberapa saluran irigasi di desa tetangga desa Siring Agung, harapan kami sebagai petani sawah pemakai air irigasi kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar segera memperbaiki saluran irigasi paoh ijang ini supaya sawah kami bisa di aliri air lagi dan bisa di bajak lagi, bapak-bapak bisa lihat sendiri kalau seperti ini bagaimana kami bisa menggarap sawah bisa-bisa perekonomian kami juga terancam kalau tidak di perbaiki segera pak, ” Tuturnya.

Sementara menurut keterangan Sekt.Komisi Irigasi di wilayah Semende Area Refli Antoni, SH menjelaskan

“Akibat adanya bencana alam longsor dan banjir bandang beberapa bulan lalu, beberapa ataran sawah di wilayah Segamit dan Siring Agung SDU rusak parah termasuk siring ataran paoh ijang ini sehingga mengakibatkan petani tidak dapat menggarap sawah untuk beberapa bulan kedepan, para petani haraf bersabar akan segera kami, laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim mudah-mudahan cepat di tanggapi serta cepat di perbaiki,” tuturnya.