BerandaMuara EnimDiduga Proyek Siluman, Pembangunan Jalan Yang Berlokasi Di Desa Gaung Asam untuk...

Diduga Proyek Siluman, Pembangunan Jalan Yang Berlokasi Di Desa Gaung Asam untuk sementara Dihentikan

551
0

Laporan Dadang PP

 

MuaraenimNews, GAUNG ASAM – Diduga proyek pengerjaan jalan ini tidak jelas alias “proyek Siluman”, pembangunan jalan di desa Gaung Asam, kecamatan Belida Darat, kabupaten Muara Enim,untuk sementara di hentikan, sabtu (22/8/2020).

Penghentian sementara proyek ini dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), bersama-sama dengan warga setempat, lantaran proyek tersebut tidak jelas prosedurnya Lantaran tidak adanya papan proyek,Siapa kontraktor proyek, Sumber anggaran proyek dari mana, perizinan, dan lain sebagainya. “Proyek ini tidak jelas, atas nama Perusahaan mana,sumber anggarannya dari mana, perizinannya bagaimana,”, ungkap Feri, ketua LSM Lakri.

Semua Truck dan Alat-alat Berat Proyek Yang untuk sementara Dihentikan,
Dilokasi pengerjaan terlihat dua alat berat telah dihentikan sementara untuk beroperasi,26 truck yang membawa material batu untuk bahan pembangunan,Sudah diinstruksikan untuk memutar balik,Sampai ada kejelasan proyek tersebut,Sehingga menemui titik terang untuk kejelasan proyek ini.

Menurut Feri, aksi LSM Lakri dan warga Gaung Asam,Menghentikan proyek tersebut bukan untuk mempersulit proses pembangunan, tapi sebagai bentuk kepedulian agar setiap proyek yang dibangun menggunakan Anggara Pemerintah yang notabanenya adalah uang rakyat harus jelas dalam pengerjaannya (Transparan) Kepada masyarakat setempat agar tidak menimbulkan kecurangan.

“Kami tak berniat untuk mempersulit atau menghambat pembangunan, justru kami mendukung setiap pembangunan atas kebijakan pemerintah,”, “namun kami hanya ingin, setiap proses pembangunan yang menggunakan anggara pemerintah, harus jelas pengerjaannya, agar uang rakyat tidak disalahgunakan.”,imbuhnya

Salah satu truck yang dilarang melintas
Kepala desa Gaung Asam, Heri Kurniawan, SP., ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa benar proyek pembangunan jalan tersebut tidak jelas statusnya, tanpa pemberitahuan dan perizinan pemerintah desa. “Sampai detik ini belum ada pemberitahuan, maupun izin pembangunan kepada kami.”, ungkapnya.

Heri (Kades) Desa Gaung Asam menambahkan, penghentian sementara pengerjaan proyek tersebut saya rasa sudah tepat, apalagi kendaraan pengangkut material batu proyek tersebut bakal melewati jembatan yang kondisinya sudah rusak dan rawan roboh, ditakutkan dengan pengerjaan proyek yang belum jelas ini, apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,saat truck melewatinya,Siapa yg bertanggung jawab atas semua.

Melihat & menimbang Kondisi Jembatan di Gaung Asam
Yang Sudah Labil & Rusak
“Mobil-mobil truck pengangkut material batu untuk pembangunan itu kan membawa beban yang berat, sedangkan kondisi jembatan yang akan dilewati sudah mengkhawatirkan.pungkasnya