Detik-Detik Jembatan Amblas di Muara Dua: Warga Menjerit, Petugas Terjatuh Saat Selamatkan Lingkungan

Laporan Roby
Muaraenimnews.com, PrlRABUMULIH – Kamis (11/12/2025) — Sore itu, suasana di Jalan Tanggamus, Kelurahan Muara Dua, masih terasa hangat setelah hujan mengguyur sejak siang. Beberapa warga berdiri di pinggir jembatan, memperhatikan aliran sungai yang tampak lebih deras dari biasanya. Di antara mereka, seorang petugas kepolisian ikut turun langsung untuk memastikan kondisi debit air tetap aman bagi warga sekitar.
Tak ada yang menyangka, dalam hitungan detik, jembatan yang selama ini menjadi akses penting masyarakat itu mendadak amblas.
Dalam video amatir yang direkam warga, terlihat bagaimana petugas dan seorang warga yang berada di atas jembatan terperosok bersamaan dengan runtuhnya sebagian struktur beton. Terdengar teriakan panik, ada yang memanggil nama kerabatnya, ada pula yang tanpa pikir panjang berlari mendekat untuk memberikan pertolongan.
“Astaga! Pak, mundur! Mundur!” teriak seorang ibu yang tampak gemetar sambil berpegangan pada bahu tetangganya. Sementara seorang anak kecil menangis, ketakutan melihat jembatan yang sehari-hari ia lewati menuju sekolah berubah menjadi puing berantakan.
Seorang warga lainnya, Andi (34), yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi, mengaku masih syok menyaksikan kejadian itu.
“Kami cuma ingin memastikan sungai tidak meluap. Tiba-tiba saja jembatan itu turun, seperti ditelan bumi.” ujarnya dengan suara bergetar.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab runtuhnya jembatan maupun kondisi korban. Namun warga berharap pemerintah segera turun tangan, bukan hanya untuk perbaikan struktural, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang kini khawatir melewati jalur tersebut.
Sementara itu, warga sekitar saling menguatkan. Ada yang membantu mengatur arus kendaraan, ada yang menghibur anak-anak yang ketakutan, dan ada pula yang membagikan air ke warga yang mencoba membantu proses evakuasi.
Musibah ini bukan sekadar soal jembatan yang runtuh—tetapi tentang bagaimana sebuah komunitas kecil di Prabumulih bersatu menghadapi kepanikan, saling menjaga, dan berharap agar tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang mengejutkan ini.




