Beranda MuaraEnim BNNK GAGALKAN PEREDARAN 3,14 SABU DI MUARAENIM

BNNK GAGALKAN PEREDARAN 3,14 SABU DI MUARAENIM

97
0

 

Laporan Hafizul Ahkam

Muaraenim News, MUARAENIM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muara Enim berhasil menggagalkan peredaran 3,14 Gram Narkotika jenis Shabu, di wilayah Kabupaten Muaraenim, setelah melakukan penangkapan 2 orang diduga tersangka Bandar atau pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi di desa Kepur Kecamatan Muara Enim.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Muara Enim AKBP Abdul Rahman 2 orang tersangka yang tertangkap bernama Heriyansyah Bin Burhasan. (31) dan Wendi Saputro Bin Erwanto (19) yang merupakan warga Dusun l Desa Kepur Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim

“Dari hasil penagkapan berhasil diamankan barang bukti berupa 1 buah kotak rokok magnum biru yang dilakban warna hitam yang berisi 1 klip plastik bening ukuran sedang di dalamnya berisi 14 paket diduga jenis sabu-sabu dengan berat bruto 3,17 gram, kemudian 1 klip plastik bening ukuran sedang di dalamnya berisi 10 paket diduga jenis sabu-sabu dengan berat bruto 2,23 gram, ” jelasnya.

“Kami juga mengamankan 1 klip plastik bening ukuran sedang di dalamnya berisi 5 paket diduga jenis sabu-sabu dengan berat bruto 1,26 gram, dan 1 klip plastik bening ukuran kecil yang di dalamnya berisi 01 satu butiran didura oil ekstasi logo minion warna hijau stahiIo dengan berat bruto 0,38 gram,” lanjutnya.

“Jadi total barang bukti yang diamankan berjumlah 29 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat 6,66 gram, Dan 1  butiran diduga pil ekstasi berat 0,38 gram,
serta 4 Unit Handphone merk samsung, vivo dan oppo yang digunakan sebagai alat transaksi Seperangkat Bongvatau alat hisap sabu, kawat kecil dan korek api 1 pisau golok ukuran besar, 3 buah sekop dari plastik kecil yang digunakan untuk memasukan sabu, kaca pireks dan minyak angin cap kapak,” urainya lagi.

“Kami mengamankan uang tunai senilai Rp. 1.577.000 hasil dari transaksi narkoba, dan kepada tersangka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara sesuai pasal 112 dan 114 Undang-undang 35 Tahun 2009, ungkapnya