Beranda Lawang Kidul Amana Ahli Pijat Tuna Netra Dapat Perhatian PTBA

Amana Ahli Pijat Tuna Netra Dapat Perhatian PTBA

87
0

 

Laporan : Rudi yansayah

MuaraenimNews, LAWANG KIDUL – PT Bukit Asam (PTBA) memberikan perhatian kepada masyarakat sekitarnya. Kali ini bantuan diberikan kepada salah seorang penyandang tuna netra yang memiliki keahlian pijat dibantu perusahaan mendapatkan tempat untuk menjalankan usahanya. Dia, Amana Romi Sagita (52) warga Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul. Sekarang bisa membuka usaha jasa pijat di Klinik di Jalan Lingga Raya samping Kantor Pos Tanjung Enim.

“Saya sangat bersyukur, sudah 24 tahun saya ingin memiliki klinik pijat sendiri, berkat bantuan CSR PTBA sekarang saya bisa memiliki klinik ada di pinggir jalan raya ini,”ungkap Romi, usai menerima bantuan kepada koran ini, Kamis (15/11) kemarin.

Kata dia, selama tinggal di Tanjung Enim dirinya membuka praktek di rumah milik keluarga di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul. Selama ditempat itu, katanya, jasa pijatnya belum banyak diketahui masyarakat. Karena lokasi tempat praktek yang jauh dari keramaian warga luar. Namun dia bersyukur di tempat baru ini mudah-mudahan bisa meningkatkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai jasa pijat.

“Mudah-mudahan disini rejekinya bagus, karena lokasinya di pinggir jalan, dan tempatnya ramai. Sekali lagi terima kasih kepada PTBA,”imbuhnya.

Perhatian PTBA tersebut mendapat apresiasi Kepala Desa Lingga, Herson saat menyaksikan penyerahan bantuan klinik praktek pijat untuk warganya. Dia berharap, perhatian seperti ini bisa diikuti oleh perusahaan lainnya.

“Yang saya tahu ini baru pertama kalinya, bantuan klinik bagi penyandang tuna netra mempunyai ahli pijat. Mudah-mudahan bisa diikuti perusahaan lain yang ada di Lawang Kidul ini,”kata dia.

Sementara itu, SM CSR PTBA, Kanthi Miarsho, melalui Manager Keuangan CSR, M Nuh mengatakan, bantuan tempat praktek pijat bagi tuna netra ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat sekitar dari PT Bukit Asam. Tidak hanya di berikan kepada Amana Romi Sagita saja, namun bantuan seperti ini akan diberikan kepada penyandang destabilitas lainnya supaya mandiri.

“Ini bagian dari bentuk kepedulian PTBA kepada masyarakat disekitar operasional perusahaan. Mudah-mudahan kedepan akan lebih banyak lagi penerima bantuan seperti bapak Amana ini,”kata M Nuh.

Dia menjelaskan, klinik bantuan tersebut disewa selama satu tahun oleh CSR PTBA diberikan kepada Amana Romi Sagita. Lanjutnya, tidak hanya sewa tempat saja, CSR PTBA juga membantu sarana untuk praktek seperti bangku, kursi, tempat tidur, lalu peralatan untuk pijat. Dia berharap, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan kesejahteraan sehingga bisa mandiri di tahun selanjutnya.

“Klinik ini kita sewa dari warga dengan harga Rp 10 juta per tahun, kita bantu juga alat-alat penunjang prakteknya. Mudah-mudahan ini akan menginspirasi para penyandang distabilitas lainnya, dengan terus berusaha bisa mandiri,”ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here