Beranda Nasional Akibat Bentrok Berdarah Lima  Keritis Empat Tewas 

Akibat Bentrok Berdarah Lima  Keritis Empat Tewas 

392
0

 

Laporan : Rudi yansyah.

MuaraenimNwes, MASUJI  – 4 korban tewas dan 5 orang korban di kabarkan kritis yang sedang ditangani pihak poskesmas simpang Pematang Masuji, Kawasan Regitar 45 Sungai buaya Kembali memakan Korban,Kamis (18/97/2019).

Peristiwa berdarah ini terjadi Rabu (17/07/2019) Situasi hingga pukul 17.00 Wib sore kemarin ini masih mencekam, puluhan anggota polisi Polres Mesuji bersenjata lengkapdi bantu anggota TNI tengah siaga mengamankan lokasi bentrok, agar mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.

Kasat Reskrim Polres Mesuji mengatakan bahwa dirinya masih di TKP dan kondisi masih mencekam. “Saya Masih berada dilokasi, situasi masih mencekam,” singkatnya.

Sementara menurut informasi yang diperoleh bahwa bentrok tersebut disebabkan perebutan bajak hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak sekitar pukul 14.00 Wib. Akibat peristiwa itu menyebabkan empat orang diduga meninggal, dan lima orang mengalami kritis dan tengah dirawat di Puskesmas setempat.

“Saya kurang tau persis peristiwa itu, tetapi bila mendengar bentrok itu antara warga Mesuji Raya bentrok dengan kelompok Mekar Jaya yang diduga buntut dari masalah kendaraan bajak milik salah satu kelompok tersebut,” papar salah satu warga yang yang namanya minta diraziakan.

Bentrok yang menyebabkan korban jiwa tidak lain dikarenakan sejumlah orang dari kelompok tersebut diduga merebut paksa Bajak hingga terjadi Cekcok sekitar pukul 14.00 Wib.

“Akibat kejadian tersebut mengakibatkan 9 orang mengalami luka bacok, dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dan 4 orang diduga meninggal dunia, saat ini berada di Puskesmas Simpang Pematang,” jelasnya.

Sementara Kondisi terkini tempat kejadiaan perkara saat ini masih kondusif, dimana telah ditempatkan puluhan personil dari kepolisian Resort Mesuji beserta Kodim 0426.

Sementara kondisi di Puskesmas Simpang Pematang, korban yang mengalami luka bacok akibat bentrok tersebut tengah ditangani pihak medis.